Duterte Akan Kunjungi Korban Ledakan Bom Gereja Filipina

Fajar Nugraha    •    Senin, 28 Jan 2019 16:50 WIB
bom meledakfilipina
Duterte Akan Kunjungi Korban Ledakan Bom Gereja Filipina
Militer Filipina di lokasi ledakan bom di Jolo. (Foto: AFP).

Manila: Setelah ledakan bom yang menghantam sebuah katedral di Filipina, Presiden Rodrigo Duterte akan mengunjungi lokasi kejadian. Ledakan bom itu menyebabkan 20 orang tewas.

Baca juga: Usai Serangan Jolo, Filipina Bertekad Habisi Teroris.

Duterte dijadwalkan bertemu dengan beberapa korban yang selamat dan mengadakan pertemuan keamanan dengan para pejabat militer dan polisi pada Senin. Polisi telah menempatkan pasukan di seluruh negeri dalam siaga tinggi untuk mencegah serangan serupa.

“Kami akan mengejar sampai ke ujung bumi pelaku kejahatan yang kejam di balik kejahatan pengecut ini sampai setiap pembunuh diadili dan ditempatkan di balik jeruji besi. Hukum tidak akan memberi mereka belas kasihan,” pernyataan Kantor Kepresidenan Filipina, seperti dikutip Channel News Asia, Senin, 28 Januari 2019.

Pengeboman itu terjadi hampir seminggu setelah warga minoritas Muslim mendukung wilayah otonom baru di Filipina selatan.  Melalui kesepakatan ini, muncul harapan mengakhiri hampir lima dekade pemberontakan separatis yang telah menewaskan 150.000 orang.

Meskipun sebagian besar wilayah Muslim menyetujui kesepakatan otonomi, para pemilih di provinsi Sulu, tempat Jolo berada, menolaknya. Provinsi itu adalah rumah bagi faksi pemberontak yang menentang perjanjian itu dan juga sel-sel militan yang lebih kecil yang bukan bagian dari proses perdamaian.

Ledakan pada Minggu 27 Januari itu turut melukai 100 orang lain. Saksi mata menyebutkan ledakan pertama terjadi di dalam katedral. Kemudia pasukan keamanan bergegas masuk ketika ledakan kedua terjadi.

Sementara korban tewas adalah 15 warga sipil dan lima tentara, dan yang terluka adalah 17 tentara, dua polisi, dua penjaga pantai dan 90 warga sipil. Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengaku bertanggungjawab dalam pengeboman kembar ini.

Baca juga: Indonesia Kecam Ledakan Bom di Gereja Filipina.

PBB dan dunia internasional mengecam serangan itu. Dalam sebuah pernyataan yang dituturkan oleh juru bicara, Sekretaris Jenderal Antonio Guterres menyerukan para pelaku untuk diadili dan menegaskan kembali dukungan PBB untuk upaya Filipina untuk memerangi terorisme dan untuk melanjutkan proses perdamaian di wilayah selatan.


(FJR)