ARSA Klaim Tak Berafiliasi dengan ISIS atau Al Qaeda

Sonya Michaella    •    Jumat, 15 Sep 2017 17:22 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
ARSA Klaim Tak Berafiliasi dengan ISIS atau Al Qaeda
Pengungsi Rohingya yang berada di perbatasan Bangladesh. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Rakhine: Warga Rohingya yang tergabung dalam Arakan Rohingya Salvation Army atau ARSA mengeluarkan pernyataan bahwa mereka sama sekali tak berafiliasi dengan Islamic State (ISIS) atau Al Qaeda.

"ARSA merasa perlu untuk memperjelas bahwa kami tidak memiliki hubungan dengan ISIS, Al Qaeda atau kelompok militan internasional lainnya," sebut pernyataan ARSA lewat akun Twitter-nya.

"Dan kami juga tidak menyambut kedatangan atau keterlibatan mereka dalam konflik di Arakan dan Rakhine," lanjut pernyataan itu, seperti dikutip Asian Correspondent, Jumat 15 September 2017.

ARSA juga meminta agar pemerintah negara bagian Rakhine untuk mencegah para kelompok militan lainnya masuk ke Rakhine, untuk memperkeruh suasana yang kini sedang panas.

Sementara itu, kelompok Al Qaeda baru-baru ini sempat meminta umat Islam di seluruh dunia untuk "menghukum" Myanmar atas apa yang dianggapnya diskriminasi terhadap Rohingya.

Menanggapi hal ini, juru bicara kepresidenan Myanmar Zaw Htay mengatakan bahwa sebenarnya ISIS sudah bercokol di Asia.

ARSA diduga menyerang pos-pos militer Myanmar pada 25 Agustus yang lalu. Akibatnya, konflik pun pecah kembali. Lebih dari 380 ribu Rohingya telah melarikan ke Bangladesh dalam tiga pekan terakhir.

Menurut laporan, Rohingya memiliki populasi 1,1 juta jiwa dan bertahun-tahun mengalami diskriminasi di Myanmar. Mereka ditolak kewarganegaraannya meskipun banyak memiliki nenek moyang yang 'mengakar' di wilayah tersebut.

Pelapor khusus PBB mengenai hak asasi manusia di Myanmar mengatakan bahwa kekerasan terakhir mungkin telah menyebabkan lebih dari 1.000 orang tewas, kebanyakan dari mereka adalah Rohingya.

 


(WIL)