Manuver 20 Jet Tempur Rayakan 50 Tahun Hubungan RI-Singapura

Fajar Nugraha    •    Kamis, 07 Sep 2017 15:59 WIB
indonesia-singapura
Manuver 20 Jet Tempur Rayakan 50 Tahun Hubungan RI-Singapura
Formasi '50' yang dilakukan jet tempur TNI AU dan RSAF (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Singapura: Sekitar 20 jet tempur milik TNI Angkatan Udara dan Royal Singaporea Air Force (RSAF), membelah langit Singapura dalam rangka merayakan 50 tahun Hubungan Diplomatik RI-Singapura.
 
Presiden Joko Widodo yang ditemani Perdana Menteri Lee Hsien Loong menyaksikan terbang lintas dari jet tempur itu di Marina Bay Cruise Centre. Skuadron gabungan ini membentuk formasi angka '50' menandakan hubungan yang sudah terjalin antara kedua negara.
 
Sebelum jet-jet tempur itu melintas, Presiden Jokowi dan PM Lee disambut dengan marching band dari taruna Akademi TNI dan kelompok marching band Angkatan Udara Singapura (SAF).


Aksi taruna Akmil TNI di depan Presiden Joko Widodo dan PM Singapura Lee Hsien Long (Foto: AFP).
 
 
"Formasi gabungan ini merupakan yang terbesar dan paling kompleks pernah dilakukan oleh RSAF dengan pihak angkatan udara di manapun hingga sekarang," ujar pernyataan pihak Kementerian Pertahanan Singapura, seperti dikutip The Straits Times, Kamis 7 September 2017.
 
"Ini menunjukkan kuatnya hubungan yang saling menguntungkan antara kedua angkatan udara (RI-Singapura)," jelas pernyataan itu.
 
Presiden Jokowi ditemani oleh Ibu Negara Iriana dan beberapa menteri saat melihat aksi jet-jet tempur tersebut. Sementara PM Lee ditemani oleh wakil PM Teo Chee Hean, Menlu Vivian Balakhrishnan dan beberapa petinggi lainnya.


Presiden Joko Widodo dan PM Lee Hsien Long melihat manuver '50' (Foto: AFP).
 
Formasi ini diikuti oleh 10 jet tempur F-16 dari TNI-AU dan 10 lainnya dari jet tempur F-16 milik RSAF. Mereka melintas dari barat daya Singapura, sebelum melintas dua kali, satu membentuk formasi anak panas dan lainnya membentuk formasi '50'.
 
Kemudian lima jet tempur RSAF F-15SG melintas dan melakukan manuver menyebar untuk melengkapi aksi akrobatik ini. Kolonel RSAF Ho Kum Luen,-yang menjadi ketua bersama mengatur manuver ini- menyebutkan bahwa salah satu kesulitan yang dihadapi selama persiapan enam bulan adalah, mengatur manuver dari keseluruhan formasi.
 
"Karena ini ada formasi yang besar, sangat sulit untuk mengatur manuver seluruh formasi. Kami harus memastikannya dengan benar hingga per detik," jelas Kolonel Ho.
 
Perangko penanda hubungan
 
Berkaitan dengan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura, dirilis pula perangko khusus. Perangko ini dikeluarkan bersama oleh Pos Indonesia dan SingPost.
 
"Perangko ini mengetengahkan terumbu karang dari kedua negara yang menyimbolkan segudang interdependensi dalam ekosistem yang halus ini, dimana Indonesia dan Singapura terus bekerja sama," pernyataan pihak SingPost.
 
Perdana Menteri Lee Hsien Long bersama Presiden Joko Widodo merilis pertama kali perangko ini di Istana Perdana Menteri Singapura, pada Kamis.
 
Ini adalah kolaborasi kedua antara SingPost dan Pos Indonesia. Pada 2009 lalu, kolaborasi keduanya menghasilkan perangko memperlihatkan atraksi wisata kedua negara.

(FJR)