Lima Orang Ditangkap Terkait Penyerangan Diplomat Sri Lanka

Willy Haryono    •    Selasa, 06 Sep 2016 14:24 WIB
sri lanka
Lima Orang Ditangkap Terkait Penyerangan Diplomat Sri Lanka
Utusan Sri Lanka untuk Malaysia Ibrahim Sahib Ansar menandatangani sebuah buku tamu di Malaysia pada Februari 2016. (Foto: @mjoharibaharum)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Kepolisian Malaysia menangkap lima orang terkait penyerangan terhadap seorang diplomat asal Sri Lanka di Bandara Internasional Kuala Lumpur yang terjadi akhir pekan kemarin. 

Kantor berita New Straits Times melaporkan, seperti dikutip asiancorrespondent, Selasa (6/9/2016), otoritas Malaysia menahan kelima pria untuk tiga hari ke depan. 

Diduga kuat kelimanya adalah simpatisan grup pemberontak Liberation Tigers of Tamil Eelam (LTTE) yang memprotes kehadiran mantan Presiden Sri Lanka Mahinda Rajapaksa di Malaysia. 

Utusan Sri Lanka untuk Malaysia bernama Ibrahim Sahib Ansar diserang sekelompok orang di bandara Kuala Lumpur pada Minggu malam. Ia diserang setelah menolak memberitahu keberadaan Mahinda.

Kementerian Luar Negeri Sri Lanka mengutuk keras insiden tersebut. 

Ibrahim, yang berada di bandara untuk mengantar Menteri Perindustrian Sri Lanka Daya Gamage, dilaporkan mengalami luka ringan dari serangan dan sudah mendapat perawatan medis. 

Daya berada di Kuala Lumpur selama beberapa hari untuk menghadiri Konferensi Internasional Partai-Partai Politik Asia yang juga dihadiri Mahinda. 


Mahinda Rajapaksa. (Foto: AFP)

Serangan dipicu kunjungan Mahinda ke Malaysia. Kunjungan tersebut memicu protes dari sebuah grup etnis India Malaysia yang menyebut Mahinda sebagai "penjahat perang" atas kekejaman dan pembunuhan yang dilakukan pihak militer selama perang sipil Sri Lanka. 

Tahun lalu, PBB mendesak pembentukan sebuah pengadilan khusus yang berisi hakim serta investigator asing, untuk menyelidiki kekejaman selama perang sipil Sri Lanka. 

Perang sipil Sri Lanka berakhir pada 2009 saat pasukan pemerintah mengalahkan pemberontak Tamil Tiger. PBB mengestimasi sedikitnya 80 ribu orang tewas dalam perang tersebut.
(WIL)