Duterte: Kalau Perlu Kita Bunuh Abu Sayyaf

Sonya Michaella    •    Jumat, 09 Sep 2016 13:24 WIB
indonesia-filipina
Duterte: Kalau Perlu Kita Bunuh Abu Sayyaf
Presiden Filipina Rodrigo Duterte temui warga Filipina di Jakarta (Foto: Sonya Michaella/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyatakan, selain memerangi narkoba, ia juga akan memerangi kelompok militan Abu Sayyaf.

Seperti diketahui masih ada sembilan WNI disandera dan dua orang lainnya berhasil meloloskan diri dari sergapan penyandera. Presiden Joko Widodo dan Presiden Duterte beberapa kali melakukan komunikasi mengenai nasib WNI yang disandera tersebut.
 
"Saya akan berbicara kepada Presiden Joko Widodo tentang perompakan yang baru-baru ini terjadi di perairan Filipina," tegas Duterte pada pidatonya di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Jumat (9/9/2016).
 
"Saya harus membicarakan ini dengan Presiden Jokowi, apalagi setelah mereka menyandera sejumlah anak buah kapal dari Indonesia," lanjutnya lagi.


Presiden Duterte sambangi komunitas Filipina (Foto: Sonya Michaella/MTVN)

Ia menegaskan lagi bahwa ia tetap pada kampanyenya melawan kriminalitas dan terorisme. (Baca: Keinginan Politik Duterte untuk Atasi Masalah Abu Sayyaf http://internasional.metrotvnews.com/read/2016/06/28/549061/keinginan-politik-duterte-untuk-atasi-masalah-abu-sayyaf).
 
"Harus bisa kita tangkap mereka, kalau perlu kita bunuh mereka!" tegas Duterte lagi.
 
Ia menegaskan lagi bahwa dirinya tetap berpegang teguh pada janji kampanyenya melawan kriminalitas dan terorisme. "Saya akan melanjutkan kampanye saya untuk perangi terorisme dan kriminalitas!" teriak Duterte dengan disambut tepuk tangan oleh warga Filipina.
 
Hingga saat ini, masih ada sembilan ABK WNI yang disandera Abu Sayyaf di Filipina Selatan. Mereka dikabarkan berpindah-pindah tempat, namun masih berada di Filipina Selatan.
 
Indonesia sendiri tetap menomorsatukan langkah diplomasi dalam membebaskan para sandera. Pemerintah menolak cara-cara kekerasan dilakukan karena ingin menjamin keselamatan sandera asal WNI.  

 


(FJR)