ASEAN Dorong Myanmar Izinkan Banyak Bantuan Masuk untuk Rohingya

Sonya Michaella    •    Jumat, 20 Apr 2018 13:33 WIB
rohingyaaseanpengungsi rohingya
ASEAN Dorong Myanmar Izinkan Banyak Bantuan Masuk untuk Rohingya
Direktur Politik dan Keamanan ASEAN Kementerian Luar Negeri Chandra Widya Yudha (Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Isu Rohingya masih akan menjadi perhatian negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia pada KTT ASEAN yang akan dihelat di Singapura, pekan depan.
 
"Rohingya menjadi perhatian kita juga. Kita akan terus dorong agar bantuan ASEAN kepada Myanmar tetap terus dilakukan utamanya untuk kemanusiaan," kata Direktur Politik dan Keamanan ASEAN Kementerian Luar Negeri Chandra Widya Yudha ketika ditemui di Kemenlu RI, Jakarta, Jumat 20 April 2018.
 
Selama ini, ASEAN mengirimkan bantuan kepada Rohingya lewat AHA Center. Badan ini sendiri mendapat permintaan membantu di Rakhine pada 2017 silam. September lalu dikeluarkan kesepakatan tingkat tinggi oleh Filipina yang menjadi ketua ASEAN tahun lalu.
 
(Baca: AHA Centre, Garda Depan Penanganan Bencana ASEAN).
 
Bantuan pertama diberikan pada Oktober 2017. Sekitar 70 ton bantuan kemanusiaan dikirim dari gudang yang berada di Subang, Malaysia.
 
Bantuan tersebut berisi tenda keluarga, hygiene kit, family kit, generator dan kapal. Kapal diberikan untuk masuk ke wilayah yang krisis, karena wilayah tersebut terpencil.
 
"Kerangka implementasi Kofi Annan juga sudah ada. Myanmar sudah menerima kunjungan PBB, ada beberapa negara. Bagus itu," lanjut dia.
 
Chandra pun menegaskan, ASEAN dan tentu saja Indonesia, selalu berdiri bersama Myanmar untuk menyelesaikan permasalahan Rohingya tersebut yang sampai saat ini mereka masih terkatung-katung di perbatasan Bangladesh.
 
(Baca: Bantuan AHA Centre untuk Korban Krisis di Rakhine).
 
Ketika ditanya apakah akan ada pertemuan khusus Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dan pemimpim de facto Myanmar Aung San Suu Kyi, Chandra tak bisa memastikan.
 
"Sampai saat ini belum ada rencana. Tapi yang namanya KTT ASEAN, ya mungkin saja di sela-sela mereka bertemu, akan dibicarakan (soal Rohingya) antara Indonesia dan Myanmar," tukasnya.
 
Indonesia pun mendorong keras agar kesepakatan repatriasi Rohingya antara Myanmar dan Bangladesh segera dilaksanakan secepatnya di mana Rohingya akan dijamin hidup aman di Rakhine.

 
 
(FJR)