Myanmar Sampaikan 3 Respons Mengenai Rakhine dalam KTT ASEAN-PBB

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 14 Nov 2017 11:46 WIB
ktt aseankonflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Myanmar Sampaikan 3 Respons Mengenai Rakhine dalam KTT ASEAN-PBB
Aung San Suu Kyi dalam pertemuan ASEAN di Manila, Filipina (Foto: AFP).

Manila: Isu kemanusiaan di Rakhine State menjadi salah satu fokus utama para pemimpin negara-negara ASEAN dalam pertemuan dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sebagai negara yang menanganinya, Myanmar menyampaikan hal-hal yang telah mereka lakukan.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menuturkan ada tiga hal yang disampaikan State Councelor Myanmar, Aung San Suu Kyi, dalam pertemuan tersebut.

"Daw Aung merespons bahwa, implementasi rekomendasi Kofi Annan sudah mulai berjalan dan sedang dijalankan oleh komite yang khusus diketuai Menteri Sosial Myanmar," ujar Retno dalam video yang diterima Metrotvnews.com, Selasa, 14 November 2017.

Kedua, Suu Kyi menyampaikan apresiasi atas bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada negara anggota yang sudah memberikan bantuan kepada warganya di Rakhine State. Dalam kesempatan tersebut, Suu Kyi meminta adanya bantuan lagi untuk jangka panjang.

"Daw Suu mengatakan bahwa dalam beberapa minggu ke depan, kemungkinan akan ada permintaan lagi untuk bantuan, terutama untuk bantuan bersifat jangka menengah atau panjang," lanjut Retno.

Dan hal ketiga yang disampaikan adalah mengenai kembalinya pengungsi Rakhine State. Retno mengatakan, Myanmar menganggap isu ini penting. Karenanya diharapkan draft nota kesepakatan (MoU) mengenai kembalinya para warga Rakhine ini bisa segera diselesaikan oleh Bangladesh dan Myanmar.

Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengharapkan ASEAN dapat berperan besar dalam membantu penyelesaian masalah di Rakhine. Menurut Guterres, jika masalah ini tidak segera diselesaikan, maka ancaman radikalisme, terorisme dan juga perdagangan manusia bisa terjadi.

(Baca: Sekjen PBB Apresiasi Peran Indonesia di Krisis Rakhine).

Presiden RI Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di sela-sela perhelatan KTT ASEAN ke-31 di Filipina.

Guterres pun menyampaikan apresiasi terhadap peran Indonesia dalam membantu penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar. Jokowi dan Guterres akhirnya sepakat untuk terus berupaya membantu penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine ini.



(FJR)