Presiden Niger ke Indonesia Bahas Kerja Sama Terorisme

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 13 Oct 2017 14:43 WIB
indonesia-niger
Presiden Niger ke Indonesia Bahas Kerja Sama Terorisme
Presiden Niger Mahamadou Issoufou akan mengunjungi Indonesia (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo menuturkan akan meningkatkan hubungan dengan negara-negara di Afrika, melihat potensi perdagangan di sana. Karenanya, pada 15 hingga 17 Oktober mendatang, dia akan menerima kunjungan Presiden Niger Mahamadou Issoufou di Indonesia.
 
Kunjungan tersebut merupakan yang pertama kalinya dilakukan Presiden Niger usai dibukanya hubungan diplomatik dengan Indonesia pada 2011.
 
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir menuturkan ada beberapa isu yang akan menjadi perhatian kedua pemimpin negara.
 
"Isu yang menjadi perhatian adalah rencana keinginan Indonesia bekerja sama dengan ECOWAS. Ini juga menjadi salah satu cara untuk mengintensifkan hubungan ekonomi terkait dengan Indonesia-Africa Forum 2018 mendatang," ujar Arrmanatha, saat ditemui dalam jumpa pers di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat 13 Oktober 2017.
 
ECOWAS merupakan komunitas ekonomi di wilayah Afrika sebelah barat. Sejauh ini, yang sudah menyerahkan proposal kerja sama dengan Indonesia adalah Nigeria. Negara tersebut juga menjadi basis ECOWAS itu sendiri.
 
Sementara itu, Arrmanatha menuturkan  isu lainnya yang juga penting dibahas dengan Presiden Niger mengenai terorisme. Pasalnya, Niger masih menghadapi tantangan teror dari kelompok militan Boko Haram.
 
Niger merupakan salah satu yang dianggap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) negara dengan pertumbuhan kurang. Karenanya, dalam pertemuan nanti, Indonesia akan mendiskusikan untuk membantu pembangunan di Niger.
 
"Kita juga akan bicara soal membantu pembangunan di sana dalam hal pertanian, pengembangan sumber daya manusia, dan lain sebagainya," imbuhnya.
 
Hubungan dagang dengan Niger masih terbilang kecil dan satu arah. Untuk nilai perdagangan sendiri hanya mencapai USD9,79 juta per tahun.
 
Sebagian besar produk CPO Indonesia yang dikirim ke Niger. Selain itu, akan ada beberapa kesepakatan yang di tanda tangani dalam pertemuan ini.
 
"Bebas visa paspor dinas dan diplomatik serta mekanisme hubungan bilateral sidang komisi bersama," lanjutnya.
 
Tahun ini, intensitas hubungan Indonesia dengan negara Afrika cukup tinggi. Menlu Retno sudah melakukan dua kali tur ke Afrika, khususnya sub sahara.
 
Indonesia merupakan negara keempat terbesar di bidang perdagangan dengan Afrika. Total nilai perdagangan Indonesia denga Afrika Sub-Sahara mencapai USD5,86 miliar.
 
Sementara itu, Indonesia juga mengimpor minyak bumi dari Nigeria dan Angola, masing-masing senilai USD1,2 miliar dan USD639 juta.



(FJR)