Parlemen Tiongkok Secara Bulat Pilih Kembali Xi sebagai Presiden

Willy Haryono    •    Sabtu, 17 Mar 2018 10:45 WIB
politik tiongkok
Parlemen Tiongkok Secara Bulat Pilih Kembali Xi sebagai Presiden
Presiden ttiongkok Xi Jinping dalam sesi parlemen di Beijing, 9 Maret 2018. (Foto: AFP/Greg Baker)

Beijing: Parlemen Tiongkok secara bulat memilih kembali Xi Jinping sebagai presiden Tiongkok untuk periode kedua, Sabtu 17 Maret 2018. Dukungan 100 persen ini diberikan beberapa hari usai parlemen menghapus batas masa jabatan seorang presiden di Negeri Tirai Bambu. 

Seperti dikutip The Straits Times, Xi juga secara bulat dipilih kembali sebagai kepala Komisi Militer Pusat Tiongkok (CMC).

Rekan politik Xi, Wang Qishan dan Li Zhanshu, dipilih menjadi Wakil Presiden serta kepala parlemen atau Kongres Rakyat Nasional (NPC). Keduanya mendapat dukungan suara 99,9 persen dan 100 persen. 

Dukungan 100 persen untuk Xi juga didapat Wang pada Rabu lalu, saat dirinya terpilih menjadi kepala badan penasihat negara, yakni Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok. 

Sejak lima tahun terakhir, Xi telah memperkuat genggamannya pada kekuasaan di Tiongkok. Pada 2016, ia dinobatkan menjadi "inti" dari kepemimpinan Partai Komunis Tiongkok (CCP). 

Dalam kongres nasional Oktober lalu, panduan politik berjudul Pemikiran Xi Jinping mengenai Sosialisme di dalam Karakteristik Tiongkok untuk Era Baru, telah dituliskan dalam konstitusi partai. 

Hanya Mao Zedong, pemimpin agung Tiongkok, yang pemikirannya pernah dituliskan ke dalam konstitusi partai. 

Baca: Disetujui Parlemen, Xi Jadi Presiden Seumur Hidup Tiongkok

Saat ini, Xi memegang kekuasaan sebagai presiden negara, kepala dan sekretaris jenderal CCP, serta pemimpin CMC. 

Minggu 11 Maret, parlemen Tiongkok meloloskan serangkaian amandemen konstitusi negara, termasuk yang menghapus batas waktu kepemimpinan seorang presiden. Hal ini memungkinkan Xi menjadi presiden untuk jangka waktu yang tidak ditentukan. 

Berdasarkan hasil voting ini, disaksikan sejumlah awak media di Great Hall of the People di Beijing, serangkaian amandemen diloloskan dengan dukungan dari sebagian besar 3.000 anggota parlemen. Hanya ada dua suara menolak dan tiga abstain.




(WIL)


Solusi Damai AS Akan Buat Kesal Palestina dan Israel

Solusi Damai AS Akan Buat Kesal Palestina dan Israel

4 hours Ago

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley, mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mendukung proposal Gedung…

BERITA LAINNYA