Kerusuhan Terjadi, Bank dan Toko di Myanmar Tidak Beroperasi

Fajar Nugraha    •    Rabu, 23 Nov 2016 12:54 WIB
konflik myanmar
Kerusuhan Terjadi, Bank dan Toko di Myanmar Tidak Beroperasi
Pasukan perbatasan Myanmar melakukan penjagaan (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Yangon: Pusat pertokoan dan bank di sebuah kota perbatasan di Myanmar, ditutup sejak Selasa 22 November. Hal tersebut diakibatkan pecahnya serangan meluas terhadap kantor polisi.
 
Menyusul kerusuhan yang pecah sejak pekan lalu, warga di Kota Muse, Negara Bagian Shan, bertahan di dalam rumah. Sementara ratusan lainnya mengungsi di biara-biara yang berada di sekitar kota itu.
 
Sejumlah besar warga juga menyelamatkan diri ke wilayah Jiego, Provinsi Yunna, Tiongkok. Pemerintah Negeri Tirai Bambu memberikan tempat untuk menampung warga yang mengungsi.
 
Aktivitas usaha di Negara Shan sudah tidak beroperasi. Ini dilihat dari Pasar Myoma dan pasar malam yang biasa diadakan di Lashio. Tembakan sporadis dan ledakan yang terjadi di Muse memicu aktivitas usaha dihentikan.
 
Konflik terjadi di Myanmar khususnya di wilayah perbatasan Shan pada Minggu 20 November. Saat itu tiga kelompok etnis melancarkan serangan mendadak ke pos pengamanan yang dibentuk oleh militer dan polisi di Muse dan Kutkai, setelah wilayah perbatasan perdagangan di Muse.
 
Pemerintah Myanmar menyebutkan delapan orang terbunuh dalam insiden ini dan 29 lainnya menderita luka-luka. Kelompok bersenjata terus menargetkan pos polisi dan markas militer di Muse, Kutkai, Monekoe, Kyukoke, Phangsai, Pangsang, Manken dan Kyinsankyawk.
 
Penyelesaian damai ditekankan dalam atasi konflik di Myanmar
 
Konflik yang terjadi di Myanmar bukan saja dialami oleh etnis Rohingya. Tetapi tekanan pemerintah juga diamani oleh kelompok etnis lainnya.
 
Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan bahwa Tiongkok telah menerima dan merawat sekitar 3.000 pengungsi Rohingya yang telah melarikan diri dari pertempuran di Myanmar.
 
 
Tiongkok menawarkan 'penyelesaian yang tepat' dengan menyediakan tempat tinggal dan rumah sakit bagi mereka yang membutuhkan.
 
Tiongkok sendiri telah mendirikan tempat penampungan di Wanding County dan Manghai County yang berbatasan langsung dengan Myanmar.
 
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan Indonesia tak tinggal diam dengan keadaaan suku Rohingya di Myanmar. Indonesia sudah berdiplomasi agar Myanmar menyelesaikan konflik dengan suku muslim tersebut.
 
"Sejak dari dulu kita selalu meng-engage Pemerintah Myanmar memberikan capacity building," kata Retno di Kompleks Istana, Jakarta Pusat, Senin (21/11/21016).
 
 
Menurut mantan Dubes RI untuk Belanda itu, banyak bantuan teknis terkait isu-isu besar untuk kebutuhan Myanmar yang sudah diberikan Indonesia. Bantuan itu, kata dia, fokus di Negara Bagian Rakhine yang merupakan domisili suku Rohingya.
 
"Sebenarnya kita hanya share informasi bahwa kita pernah menghadapi situasi yang juga moralize sama dengan Myanmar. Tapi kita bisa mentransformasikan menjadi sebuah negara yang demokratis," paparnya.

 
 


(FJR)