Serangan Malam Asyura, Picu Ketegangan Etnis di Afghanistan

Arpan Rahman    •    Rabu, 12 Oct 2016 12:17 WIB
konflik afghanistan
Serangan Malam Asyura, Picu Ketegangan Etnis di Afghanistan
Polisi di Kabul melakukan penjagaan (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Kabul: Beberapa pria bersenjata menewaskan sedikitnya 14 orang di sebuah kuil Syiah di Kabul, Selasa 11 Oktober. Insiden itu menambah kekhawatiran bahwa gerilyawan berusaha menimbulkan ketegangan etnis dalam konflik Afghanistan yang meningkat.
 
Serbuan terjadi pada malam Asyura, salah satu hari besar bagi Muslim Syiah, yang merupakan minoritas yang cukup banyak di negeri itu.
 
Tatkala ratusan jamaah berkumpul di kuil besar Sakhi Kabul, para penyerang berseragam polisi menyerbu kompleks, menurut para saksi yang juga mendengar adanya ledakan.
 
Juru bicara kementerian dalam negeri Afghanistan mengatakan, 13 warga sipil dan seorang polisi tewas. Lebih dari 40 terluka, menurut sumber kementerian kesehatan masyarakat, termasuk setidaknya 15 perempuan. Setelah lebih dari dua jam, pasukan elit balas menewaskan penyerang terakhir.
 
"Ada wanita, anak-anak, dan para remaja berdoa di dalam kuil," kata Shari, seorang peziarah, seperti dikutip Guardian, Selasa (11/10/2016).
 
Wilayah di sekitar kuil pemakaman umum merupakan tempat favorit piknik untuk keluarga Kabul, tetapi juga lanskap terbuka dengan keamanan terbatas.
 
"Hari-hari sebelumnya, banyak petugas keamanan. Aku tidak tahu mengapa tidak banyak petugas keamanan hari ini. Mereka bahkan tidak memeriksa mobil-mobil yang datang. Saya berbicara tentang itu dengan sepupu saya saat makan malam, bahwa penyerang bisa datang dari mana saja," kata Farad Alamdar, yang datang untuk merayakan hari suci di Kuil Sakhi. 
 
Asyura adalah hari di mana Syiah memperingati wafatnya Imam Hussein,-cucu Nabi Muhammad, yang mereka anggap sebagai pewaris sah Nabi-, pada 680 Masehi. 
 
Serangan hari Selasa menjadi kedua kalinya dalam beberapa bulan terakhir yang telah menyasar masyarakat Syiah di Kabul. Pada Juli, 80 orang lebih tewas ketika dua pembom bunuh diri menyerang aksi damai etnis minoritas Hazara dalam serangan yang diklaim oleh Islamic State (ISIS).
 
Dalam serangan lain, selama Asyura pada 2011, seorang pengebom bunuh diri menewaskan lebih dari 70 jamaah di luar kuil lain di pusat kota Kabul.
 
Meskipun muncul serangan-serangan mematikan, Afghanistan sebagian besar telah terhindar dari kekerasan sektarian sejak 2001.
 
Serangan Selasa bisa menjadi upaya untuk menimbulkan ketegangan etnis di negara yang sejak jatuhnya Taliban pada 2001 telah mengalami pertumbuhan kebebasan beragama dan toleransi.
 
Seorang anggota intelijen Afghanistan mengatakan kepada Guardian, pasukan keamanan lebih mengkhawatirkan serangan yang direncanakan terhadap masjid-masjid dan lokasi orang berkumpul selama peringatan Asyura.



(FJR)

OKI Didesak Turun Tangan Mengatasi Tragedi Al Aqsa

OKI Didesak Turun Tangan Mengatasi Tragedi Al Aqsa

5 hours Ago

OKI diharapkan aktif menghimpun kekuatan negara-negara lain di dunia untuk menghentikan tindakan…

BERITA LAINNYA