Dua Menteri Jepang Kunjungi Kuil Kontroversial Yasukuni

Willy Haryono    •    Rabu, 19 Oct 2016 14:45 WIB
politik jepang
Dua Menteri Jepang Kunjungi Kuil Kontroversial Yasukuni
Puluhan pejabat Jepang mengunjungi kuil Yasukuni di Tokyo, 18 Oktober 2016. (Foto: AFP/TORU YAMANAKA)

Metrotvnews.com, Tokyo: Dua menteri kabinet pemerintahan Jepang mengunjungi kuil kontroversial Yasukuni di Tokyo, Rabu (19/10/2016). Beberapa kunjungan serupa membuat Tiongkok dan Korea Selatan geram, yang memandang Yasukuni sebagai simbol kekejaman Jepang di zaman perang. 

Kedua pejabat tersebut - Menteri Dalam Negeri Sanae Takaichi dan Menteri Pemberdayaan Wanita Katsunobu Kato -- merupakan sahabat dekat Perdana Menteri Shinzo Abe. 

Abe, yang beberapa kali dikritik karena dianggap kurang tulus dalam meminta maaf atas tindakan Jepang di zaman perang, tidak mengunjungi Yasukuni tahun ini. Abe hanya mengirim persembahan sebagai bentuk penghormatan

Terakhir kalinya Abe mengunjungi Yasukuni terjadi pada akhir 2013. Sejak saat itu, Abe tidak melakukannya lagi seiring usahanya memperbaiki hubungan dengan Tiongkok dan Korsel. 

Selasa kemarin, 85 anggota legislatif Jepang mengunjungi Yasukuni untuk merayakan festival musim gugur. Beijing dan Seoul geram, dan meminta mereka untuk menunjukkan "penyesalan tulus atas kesalahan Jepang di masa lalu."

Yasukuni dibangun untuk menghormati jutaan prajurit Jepang dan beberapa tokoh militer serta politik di zaman perang. Pengadilan sekutu menyatakan beberapa tokoh tersebut sebagai penjahat perang. 

Kuil Shinto itu telah menjadi bahan perdebatan selama berdekade-dekade. Sejumlah negara yang dijajah Jepang mengecam berdirinya Yasukuni. 

PM Abe dan beberapa nasionalis lainnya menegaskan Yasukuni hanya dibangun untuk mengenang tentara yang telah tiada. Abe membandingkan Yasukuni dengan Pemakaman Nasional Arlington di Amerika Serikat (AS).

Di masa kepemimpinan PM Abe, Jepang menyatakan penyesalan terdalam atas kerusakan dan penderitaan parah yang dilakukan Negeri Sakura selama Perang Dunia II. 



(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

22 hours Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA