TKI di Korsel Tergolong yang Paling Makmur

Sonya Michaella    •    Selasa, 21 Mar 2017 11:48 WIB
tki
TKI di Korsel Tergolong yang Paling Makmur
Konsuler KBRI Seoul, M. Aji Surya (berbatik coklat) (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Korea Selatan (Korsel) menjadi salah satu negara tujuan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk bekerja. TKI di Korsel dinilai sebagai TKI yang paling makmur dibanding di negara-negara lain.
 
Konsuler KBRI Seoul, Aji Surya mengatakan, dalam satu bulan, seorang TKI bisa mengantongi sekitar Rp14 juta. 
 
"Jika mereka rajin lembur di akhir pekan, satu bulan mereka bisa mendapat Rp25 hingga Rp30 juta," kata Aji, di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa 21 Maret 2017.
 
Namun, beberapa masalah pun bisa menimpa para TKI di Korsel, salah satunya TKI yang memilih untuk overstayer atau melebihi batas waktu tinggal yang sudah ditentukan, karena sudah merasa nyaman di Negeri Ginseng tersebut.
 
Untuk itu, Aji bersama dengan seorang mahasiswa yang sedang menuntut ilmu S3 Bahasa Korea bernama Suray dan seorang TKI bernama Wawan, menulis sebuah buku sebagai pedoman para WNI yang ingin menjadi TKI di Korsel.
 
"Untuk pekerja legal di Korsel saat ini berada di angka 33 ribu orang. Sementara, untuk overstayer ada sekitar 5.500 orang. Tahun lalu sudah mengalami penurunan sekitar 1.500 orang," lanjutnya.
 
Buku ini pun dimaksudkan untuk membangun kesadaran para TKI di Korsel agar tak lupa menabung ketika sudah mendapat gaji di atas rata-rata sebagai TKI. 
 
"Kami berharap, agar para TKI yang bekerja di Korsel lalu kembali ke Indonesia, mereka bisa bekerja dengan membawa adat ala Korea yang disiplin di Indonesia," ucapnya lagi.
 
Sementara, hadir pula Duta Besar RI untuk Korsel yang baru saja dilantik, Umar Hadi yang sangat mengapresiasi peluncuran buku ini. Pasalnya, 90 persen WNI yang tinggal di Seoul adalah TKI yang bekerja di pabrik manufaktur.
 
"Kondisi TKI di Korsel pun relatif baik karena tak ada perbedaan antara WN Korea dan WNI yang bekerja dalam satu pabrik," tuturnya.
 
Pengiriman TKI ke Korsel sendiri terhitung per tahunnya hanya lima ribu orang. Namun, menurut laporan BNP2TKI sepekan lalu, yang mendaftar untuk menjadi TKI di Korsel mencapai 30 ribu orang dan tidak hanya lulusan SMP atau SMA, namun hingga lulusan Sarjana S1 dan S2.



(FJR)