Ledakan di Pasar Afghanistan Tewaskan 19 Orang

Willy Haryono    •    Senin, 02 Jul 2018 11:25 WIB
konflik afghanistanafghanistan
Ledakan di Pasar Afghanistan Tewaskan 19 Orang
Seorang aparat keamanan bersiaga di lokasi bom bunuh diri di Jalalabad, Nangarhar, Afghanistan, 23 November 2017. (Foto: AFP/NOORULLAH SHIRZAD)

Nangarhar: Seorang pelaku bom bunuh diri beraksi di sebuah kota yang dikunjungi Presiden Ashraf Ghani pada Minggu 1 Juli 2018. Ledakan menewaskan sedikitnya 19 orang, banyak dari mereka adalah Sikh.

Pelaku menyerang sebuah pasar yang berlokasi ratusan meter dari kompleks pemerintahan provinsi tempat Presiden Ghani berkunjung.

Juru bicara pemprov Attaullah Khogyani mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa dari 19 korban tewas, 12 adalah Sikh dan Hindu. Ledakan juga melukai 20 orang lain di sekitar lokasi.

Isak tangis memenuhi sebuah rumah sakit tempat korban tewas dan luka dibawa.

"Semua sudah berakhir. Kita semua sudah habis. Mereka membantai kita, sedikitnya 10 dari kita," ujar seorang pria kepada AFP.

Komunitas kecil Sikh dan Hindu tinggal di Afghanistan yang didominasi Muslim. Belum diketahui apakah etnis minoritas menjadi sasaran dalam serangan ini.

Jubir Kementerian Dalam Negeri Najib Danish mengonfirmasi ada seorang pelaku bom bunuh diri yang beraksi di Nangarhar. Sementara jubir Ghani menyebut sang presiden masih di Nangarhar, tapi "jauh dari bahaya."

Ghani tiba di Jalalabad pada Minggu pagi untuk membuka sebuah rumah sakit. Ini merupakan bagian dari kunjungan dua hari ke provinsi yang berbatasan dengan Pakistan.

Hingga saat ini, belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan di Nangarhar.


(WIL)


Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

Wanita Terduga Agen Rusia Ditangkap di AS

8 hours Ago

Amerika Serikat kembali diguncang skandal mata-mata. Kejaksaan wilayah Washington DC menahan seorang…

BERITA LAINNYA