Pemimpin Sekte Sesat Jepang Dieksekusi Mati

Sonya Michaella    •    Jumat, 06 Jul 2018 17:12 WIB
jepang
Pemimpin Sekte Sesat Jepang Dieksekusi Mati
Pemimpin sekte sesat Aum Shinrikiyo yakni Shoko Asahara dieksekusi mati di Jepang (Foto: AFP).

Tokyo: Pemimpin sekte sesat di Jepang, Shoko Asahara, yang melakukan aksi teror pada 1995 di Jepang, dilaporkan telah dieksekusi mati. Asahara, yang juga ketua dari kelompok Aum Shinrikyo dieksekusi dengan cara digantung.
 
Selain Asahara, 12 pengikutnya juga akan dieksekusi pada hari ini. Namun, Kementerian Kehakiman Jepang enggan berkomentar soal rencana eksekusi tersebut.
 
Meski demikian, sebelumnya Menteri Kehakiman Jepang Yoko Kamikawa sempat membeberkan bahwa tujuh pengikut Asahara sudah dieksekusi, kendati tak jelas kapan pelaksanaannya.
 
"Kelompok Aum bertanggung jawab atas aksi mengerikan dan serius. Kami berharap aksi tersebut tak pernah terjadi lagi," kata Kamikawa, dikutip dari AFP, Jumat 6 Juli 2018.
 
Asahara sendiri bertanggung jawab terhadap aksi teror dengan menebarkan racun saraf jenis sarin di stasiun kereta bawah tanah Tokyo pada 20 Maret 1995 silam yang menyebabkan 13 orang tewas.
 
Dari keterangan saksi mata saat itu, para anggota pengikut kelompok Aum Shinrikyo menyembunyikan cairan sarin itu di pakaian mereka lalu menyebar ke lima kereta berbeda.
 
Kelompok Aum Shinrikyo didirikan oleh Asahara sekitar 1980-an. Ia mengklaim kelompoknya tersebut adalah kelompok spiritual. Sejumlah ajaran digabungkan ke dalam kelompok itu, yaitu Buddha, Hindu dan Kristen.
 
Bahkan, Asahara mendeklarasikan dirinya sebaga Yesus Kristus dan Buddha secara bersamaan. Diyakini, hingga saat ini Aum Shinrikyo memiliki ribuan pengikut di seluruh dunia.


(FJR)