Bantai Rohingya, Tujuh Prajurit Myanmar Dibui 10 Tahun

Willy Haryono    •    Rabu, 11 Apr 2018 11:39 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Bantai Rohingya, Tujuh Prajurit Myanmar Dibui 10 Tahun
Prajurit Myanmar berbaris dalam sebuah formasi di Naypyidaw, 27 Maret 2018. (Foto: AFP/THET AUNG)

Naypyidaw: Tujuh prajurit Myanmar divonis "10 tahun penjara di area terpencil" karena terbukti berpartisipasi dalam pembantaian 10 pria Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine pada September tahun lalu. 

Pernyataan disampaikan militer Myanmar pada Selasa 10 April 2018. Ketujuh prajurit dipastikan telah "berkontribusi dan berpartispasi dalam pembunuhan" brutal tersebut. 

Pembantaian di Rakhine diselidiki dua jurnalis dari kantor berita Reuters  -- Wa Lone, 31, dan Kyaw Soe Oo, 28 -- yang ditahan otoritas Myanmar pada Desember lalu dan masih berada di penjara atas tuduhan melanggar aturan Secret Act. 

Otoritas Myanmar mengatakan kepada Reuters pada Februari bahwa pihak militer sedang melakukan investigasi internal secara independen dan tidak terkait dengan dua jurnalis yang ditahan. 

Sepuluh pria Rohingya yang dibunuh dari desa Inn Din, Rakhine, ditemukan di sebuah kuburan massal pada awal September. Mereka semua dilaporkan tewas akibat serangan senjata tajam dan ditembak oknum prajurit serta biksu garis keras. 

Baca: Tentara Myanmar Akui Membunuh Warga Etnis Rohingya

Pembunuhan itu merupakan bagian dari operasi besar militer Myanmar terhadap Rohingya, yang dipenuhi cerita mengenai pembunuhan, pemerkosaan, pembakaran dan penjarahan. Operasi ini dipicu penyerangan oleh militan Rohinyga ke pos keamanan Myanmar pada Agustus. 

"Empat tentara telah dikeluarkan dari militer dan divonis 10 tahun di penjara terpencil. Tiga prajurit diturunkan pangkatny ke prajurit, dikeluarkan dari militer dan divonis 10 tahun penjara di penjara terpencil," sebut pernyataan resmi militer Myanmar, seperti dilansir Guardian.

Hampir 700 ribu Rohingya melarikan diri ke Bangladesh sejak Agustus, yang memicu terciptanya kamp-kamp pengungsian terbesar di dunia.

 


(WIL)