Penanganan 17 WNI Kabur dari ISIS Tidak dapat Dilakukan dengan Mudah

Fajar Nugraha    •    Kamis, 10 Aug 2017 12:25 WIB
isis
Penanganan 17 WNI Kabur dari ISIS Tidak dapat Dilakukan dengan Mudah
Direktur Perlindungan WNI dan BWI Kemenlu RI Lalu Muhamad Iqbal. (Foto: MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Luar Negeri Indonesia mengonfirmasi kabar adanya 17 warga negara Indonesia yang melarikan diri dari kelompok militan Islamic State (ISIS) di Raqqa. 

(Baca: Lolos dari Raqqa, WNI Merasa Ditipu Propaganda ISIS).

Para WNI itu melarikan diri dari Raqqa -- markas besar ISIS di Suriah -- dengan bantuan pihak ketiga pada 10 Juni 2017. 

"Betul bahwa memang sudah ada komunikasi antara pihak Indonesia dengan berbagai pihak yang menguasai wilayah Suriah, termasuk dengan Otoritas Kurdi Suriah Utara terkait dengan 17 WNI," kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu RI, Lalu Muhamad Iqbal, dalam keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Kamis 10 Agustus 2017.

Dalam pembicaraan awal dengan otoritas Kurdi, 17 WNI itu diketahui hanya simpatisan dan bukan militan atau fighter. Mereka berada di Raqqa hanya di 40 hari pertama sejak tiba di kota tersebut. 

"Setelah itu, mereka tinggal di penjara serta rumah isolasi sampai mereka melarikan diri dengan bantuan pihak ketiga," ujar Iqbal.

Pihak-pihak yang membantu 17 WNI lebih menekankan terhadap situasi kemanusiaan. Itu dikarenakan ada tiga balita dan tiga remaja dalam kelompok WNI tersebut. 

"Saat meninggalkan Indonesia pada Agustus 2015, dua remaja usianya di bawah umur," kata Iqbal.

"Kondisi keamanan di wilayah tersebut sangat kompleks, sehingga proses penanganan tidak dapat dilakukan dengan mudah," lanjut dia. 

Menurut keterangan pejabat Kurdi, Omar Alloush, 17 WNI meliputi pria, wanita dan anak-anak. Mereka diserahkan ke perwakilan RI pada Selasa kemarin di perbatasan Suriah-Irak. 

Alloush mengatakan 17 WNI itu meminta dipulangkan setelah melarikan diri dari ISIS. 

Juru bicara Unit Perlindungan Wanita, Nisreen Abdullah, juga mengonfirmasi penyerahan 17 WNI ke perwakilan RI. 


(WIL)