Korsel: Kata-Kata Ancaman Korut sudah Melampaui Batas

Willy Haryono    •    Kamis, 10 Aug 2017 16:48 WIB
korea utaranuklir korea utara
Korsel: Kata-Kata Ancaman Korut sudah Melampaui Batas
Jubir Kemenlu Korsel Cho June-hyuck. (Foto: AFP/Yonhap)

Metrotvnews.com, Seoul: Korea Selatan meminta Korea Utara untuk berhenti menggunakan "kata-kata mengancam" yang dapat memperburuk situasi di Semenanjung Korea.

Seoul juga menyerukan Pyongyang agar mau berdialog demi menurunkan ketegangan. 

Pernyataan disampaikan Korsel saat Korut mengklaim tengah mempersiapkan peluncuran empat misil ke arah Guam, negara pulau yang merupakan tempat berdirinya instalasi militer Amerika Serikat (AS). 

Kantor berita nasional Korut, KCNA, melaporkan Pyongyang siap meluncurkan empat misil Hwasong-12 dalam waktu dekat. KCNA menyebut misil itu akan terbang melewati langit Jepang dan mendarat di perairan dekat Guam. 

Agensi berita Yonhap menyebut rencana itu baru mungkin terlaksana pada pertengahan Agustus. 

"Kata-kata ancaman terbaru dari Korut telah melampaui batas, dan bertentangan dengan konsensus yang ada dalam pernyataan usai (Forum Regional ASEAN)," ujar Cho June-hyuck, juru bicara Kementerian Luar Negeri Korsel, kepada awak media, Kamis 10 Agustus 2017. 

"Korut seharusnya mengambil pilihan tepat dan masuk ke jalur menuju denuklirisasi. Secara khusus, (kami) sekali lagi mendorong mereka merespons inisiatif kami untuk hubungan inter-Korea yang lebih baik, agar ada perdamaian permanen di Semenanjung Korea," lanjut Cho. 

'Omong Kosong'

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dan Menlu Korut Ri Yong-ho sama-sama menghadiri pertemuan ASEAn di Manila pada Minggu. Namun kedua menghindari kontak langsung. 

"Menanggapi kekhawatiran mendalam mengenai eskalasi ketegangan di Semenanjung Korea, para menteri mendesak Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK/Korut) untuk segera memenuhi kewajibannya di bawah semua resolusi DK PBB yang relevan," ungkap petinggi ASEAN Alan Peter Cayetano pada Senin.

Sementara itu Presiden AS Donald Trump menjanjikan adanya "api dan kemarahan" jika Korut tidak menghentikan ambisi misil dan nuklirnya.

Pyongyang menilai ancaman Trump sebagai "omong kosong" dan gertakan belaka. 




(WIL)