Korea Utara Serius Mau Jadi Negara Nuklir

Arpan Rahman    •    Minggu, 01 Oct 2017 18:43 WIB
rudal korut
Korea Utara Serius Mau Jadi Negara Nuklir
Kim Jong-un (tengah) dalam kunjungannya ke fasilitas biologi di Pyongyang, Korut. (Foto: AFP / KNS)

Metrotvnews.com, Pyongyang: Kantor berita pemerintah Korea Utara (Korut) mengomentari upaya sia-sia yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dalam menjatuhkan Pyongyang via serangkaian sanksi. Pemimpin Kim Jong-un menegaskan Korut pasti akan menjadi "negara berkekuatan nuklir."

Pernyataan terbaru rezim Korut muncul di situs berita Uriminzokkiri milik KCNA, 1 Oktober 2017. Komentar muncul usai Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson berdiskusi dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan petinggi lainnya di Beijing mengenai krisis nuklir Korut.

Tillerson adalah tokoh pendorong kampanye "tekanan damai," dengan menggunakan serangkaian sanksi AS dan PBB. Ia juga bekerja sama dengan Tiongkok demi meningkatkan tekanan pada Korut.

Namun upayanya dibayang-bayangi perang kata-kata sengit antara Presiden AS Donald Trump dengan Kim. Trump sempat menyebut Kim sebagai "manusia roket kecil," sedangkan Kim menjuluki Trump "orang tua yang pikun."

"Pasukan boneka AS dan Korea Selatan keliru jika mereka berpikir sanksi dan tekanan akan membuat Korut tidak mencapai tujuan dalam menyempurnakan kekuatan nuklir negara," kata KCNA.

"AS dan para pengikutnya disarankan untuk mengingat bahwa serangkaian sanksi itu justru akan menjatuhkan mereka sendiri," bubuhnya seperti dikutip Al Jazeera, Minggu 1 Oktober 2017.

Washington selama ini sudah mencoba berkomunikasi dengan Pyongyang, namun tidak ditanggapi.

"Kami bertanya: Maukah Anda (Korut) berunding?" ucap Tillerson pada Sabtu. "Kita tidak dalam situasi tertutup, gelap gulita. Kita punya mitra, tiga saluran terbuka ke Pyongyang."

Kemenlu AS mengonfirmasi adanya tiga saluran komunikasi menuju Korut. Namun sejauh ini, Korut tidak menunjukkan niat berunding dengan Negeri Paman Sam.

AS tidak mengesampingkan opsi penggunaan kekuatan untuk memaksa Pyongyang menghentikan uji coba rudal dan nuklir. Pekan lalu, Trump mengancam akan "menghancurkan total" negara tersebut.


(WIL)