Pemahaman Masyarakat ASEAN di Indonesia Diharapkan Semakin Kuat

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 30 Aug 2017 13:09 WIB
asean
Pemahaman Masyarakat ASEAN di Indonesia Diharapkan Semakin Kuat
Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Mayerfas (Foto: Marcheilla Ariesta/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Sekretariat Nasional (Setnas) ASEAN-Indonesia dan Pusat Studi ASEAN bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri untuk pertama kalinya bertemu langsung. Pertemuan ini merupakan upaya untuk memperkuat identitas dan pemahaman mengenai Masyarakat ASEAN di Indonesia.
 
Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Mayerfas menuturkan Setnas ASEAN-Indonesia dan Pusat Studi ASEAN merupakan institusi utama yang dapat memperkuat dan strategis bagi penguatan pemahaman serta kesadaran publik tentang Masyarakat ASEAN.
 
"Pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan nasional terkait Masyarakat ASEAN, sesuai tema kegiatan, yaknni 'Merumuskan Langkah-Langkah Strategis Menghadapi Penguatan Integrasi Masyarakat ASEAN Tahun 2025," ucap Mayerfas, saat ditemui di kantor Kemenlu, Jakarta, Rabu, 30 Agustus 2017.
 
Mayerfas menyebutkan, di usianya yang ke-50, ASEAN tidak sepantasnya berpuas diri. Kondisi geostrategis dan geoekonomi akan menimbulkan tantangan bagi ASEAN.
 
Dari data Sekretariat ASEAN, pertumbuhan ekonomi rata-rata ASEAN akan mencapai 4,8 persen pada 2017. Hal ini lebih tinggi dari estimasi pertumbuhan ekonomi global yang sebesar 3,4 persen.
 
Pertumbuhan ekonomi sepuluh negara ASEAN, menurut OECD juga diperkirakan naik dari 4,8 persen pada 2016, menjadi 2,9 persen di 2017. Hal ini diikuti dengan perkiraan rata-rata pertumbuhan 5,1 persen antara 2017 hingga 2021.
 
"Karenanya, agar tak lupa diri, ASEAN harus mampu menjadi organisasi yang modern, lentur dan memiliki Sekretariat yang kuat. Semangat people-centered ASEAN harus sungguh-sungguh diimplementasikan," ujar Mayerfas.
 
Kesatuan dan sentralitas ASEAN harus terus dipertahankan. ASEAN juga harus mampu mengatasi maraknya kejahatan lintas batas, termasuk radikalisme, terorisme, illegal unreported and unregulated fishing (IUU Fishing), dan perdagangan narkoba.
 
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri dan 37 Universitas di tanah air telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang kerja sama bidang pendidikan, penelitian ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat. Menurut Mayerfas, salah satu tujuan MoU tersebut untuk memberikan kesetaraan akses bagi para akademisi agar bisa berpartisipasi langsung sekaligus bisa mengambil manfaat dari ASEAN.
 
"Memberikan kesetaraan akses bagi para akademisi untuk dapat berpartisipasi sekaligus mengambil manfaat dari proses integrasi dan pembangunan masyarakat ASEAN sehingga dapat menjadikan ASEAN lebih people-oriented dan people centered," imbuhnya.
 
Sebagai wujud komitmen MoU, Pusat Studi ASEAN akan didorong juga untuk menyampaikan kajian secara regular yang dapat dibagi dengan Setnas ASEAN-Indonesia. Hasil kajian ini akan menjadi masukan berharga dalam memanfaatkan Masyarakat ASEAN.



(FJR)