Cegah Penembakan Massal, Australia Musnahkan 51 Ribu Senjata Api

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 06 Oct 2017 13:41 WIB
australia
Cegah Penembakan Massal, Australia Musnahkan 51 Ribu Senjata Api
Foto yang diambil pada 8 September 1996 memperlihatkan seorang pekerja di Australia berada di tumpukan senapan bertipe sama seperti yang digunakan dalam pembantaian di Port Arthur. (Foto: AFP/WILLIAM WEST)

Metrotvnews, Canberra: Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull, menuturkan sekitar 51 ribu senjata ilegal telah diserahkan dalam program amnesti senjata yang berakhir hari ini, Jumat 6 Oktober 2017. Program amnesti ini sudah dilangsungkan sejak tiga bulan lalu di Negeri Kanguru.

Dikutip laman The Guardian, semua senjata ilegal yang berhasil dikumpulkan ini kemudian dihancurkan.

Meski demikian, menurut catatan otoritas Australia, jumlah tersebut sebenarnya masih seperlima dari total senjata ilegal di negara tersebut. Namun Turnbull memastikan Negeri Kanguru akan terus menerapkan hukum kepemilikan senjata yang ketat.

Aturan akan lebih diperketat kepada kepemilikan pistol dan senapan semi-otomatis, seperti yang digunakan pelaku penembakan di Las Vegas.

"Pembunuh di Las Vegas memiliki koleksi senjata semi-otomatis. Jika di Australia, orang seperti dia tidak akan mungkin diizinkan memiliki senjata sebanyak itu," seru Turnbull.

Angka terakhir yang dirilis hari ini menunjukkan, jumlah senjata api yang diserahkan dalam program amnesti sebenarnya meningkat dua kali lipat sejak dua bulan terakhir. 

Hampir setengah dari senjata yang diserahkan berasal dari South Wales sebanyak 24.965, sementara Queensland menyusul di tempat kedua dengan jumlah 16.000 pucuk senjata api.

Komisaris Polisi Federal Australia Andrew Colvin dan Menteri Kehakiman Michael Keenan di Sydney menilai, undang-undang pengendalian senjata di Australia penting untuk dipertahankan. UU pengendalian ini dikenalkan usai terjadi pembantaian di Port Arthur pada 1996.



(WIL)