RI Gandeng Singapura Selesaikan CoC di Laut China Selatan

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 09 Jan 2018 15:46 WIB
laut china selatan
RI Gandeng Singapura Selesaikan CoC di Laut China Selatan
Menlu Retno Marsudi menegaskan akan bekerja sama dengan Singapura percepat penyelesaian CoC Laut China Selatan (Foto: Dok.Kemenlu RI).

Jakarta: Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan akan mencoba menggandeng Singapura mempercepat penyelesaian Code of Conduct (CoC) di Laut China Selatan (LCS). Tahun ini, Singapura memegang peran sebagai Ketua ASEAN.
 
Karenanya, dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri di Kementerian Luar Negeri Indonesia, Retno menyatakan Indonesia akan mendukung penuh Singapura sebagai Ketua ASEAN untuk 2018. Hal ini dilakukan untuk memperkuat sentralitas dan persatuan ASEAN.
 
"Memperkuat persatuan dan sentralitas ASEAN. Indonesia akan mendukung sepenuhnya keketuaan Singapura dalam ASEAN. Indonesia akan aktif berupaya agar ASEAN dan RRT menghasilkan CoC yang “practical” dan efektif demi stabilitas dan keamanan Laut China Selatan," kata Retno, Selasa 9 Januari 2018.
 
CoC adalah dokumen antara ASEAN dan China yang mengatur 'perilaku' di kawasan Laut China Selatan.
 
Menlu Retno juga menyatakan akan mendorong perancangan kerja sama untuk melindungi hak-hak buruh migran. Pasalnya, Indonesia adalah salah satu negara pengirim buruh migran di kawasan ASEAN, mayoritas berada di Malaysia.
 
"Indonesia akan mendorong perancangan Rencana Aksi untuk mengimplementasikan ASEAN Consensus on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers," sambungnya.
 
Tak hanya itu, Indonesia akan mendorong pembentukan instrumen ekstradisi di ASEAN. Hal ini akan dilakukan seiring meningkatnya kejahatan lintas batas di kawasan yang membutuhkan kerja sama hukum yang kuat antara sesama negara ASEAN.
 
"Kita juga ingin memajukan kerja sama di bidang e-commerce untuk membantu UMKM meningkatkan perdagangan barang dan jasa," lanjutnya.
 
Menurut dia, Indonesia dan negara ASEAN lainnya harus terus menjadi pemain utama dalam pembentukan arsitektur kawasan.



(FJR)

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

Myanmar Sepakat Terima 1.500 Rohingya Setiap Pekan

1 day Ago

Myanmar menyanggupi akan menyediakan tempat penampungan sementara bagi Rohingya yang kembali.

BERITA LAINNYA