Korut Minta Sanksi Brutal terhadap Negaranya Dihentikan

Arpan Rahman    •    Minggu, 05 Nov 2017 19:43 WIB
korea utararudal korut
Korut Minta Sanksi Brutal terhadap Negaranya Dihentikan
Bendera Korut terlihat dari balik pagar kawat area DMZ di sisi Korsel. (Foto: AFP / SAUL LOEB)

Metrotvnews.com, Pyongyang: Korea Utara (Korut) meminta agar serangkaian "sanksi brutal" terhadap negaranya dihentikan. Korut menilai sanksi atas uji coba nuklirnya itu sama saja seperti genosida.

"Penjatuhan serangkaian sanksi brutal yang dipimpin Amerika Serikat (AS) terhadap Korut merupakan pelanggaran hak asasi manusia dan genosida kontemporer," ucap misi Korut untuk PBB di Jenewa.

"Sanksi tersebut melanggar HAM rakyat DPRK di semua sektor," katanya, merujuk pada nama resmi dari Korut, seperti dinukil AFP, Sabtu 4 November 2017.

Seruan untuk segera diakhirinya sanksi muncul saat Presiden AS Donald Trump memulai tur 12 hari ke Asia, yang meliputi Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang. Trump berencana mencari bantuan untuk lebih menekan Korut agar menghentikan program nuklir.

Masyarakat global sudah meningkatkan tekanan pada Korut, usai negara terisolasi itu melakukan uji coba nuklir keenam dan terkuat sejauh ini pada 3 September.

Larangan Ekspor dan Pembekuan Aset

Bulan lalu, AS secara sepihak memberlakukan sanksi terhadap tujuh tokoh Korut dan tiga entitas terkait apa yang disebut pelanggaran HAM serius, termasuk kerja paksa.

Pada September, Dewan Keamanan PBB memperkuat sanksi, termasuk pembatasan ekspor serta pembekuan aset serta larangan perjalanan terhadap berbagai pejabat Korut.

Seorang pakar PBB bulan lalu mengatakan bahwa serangkaian sanksi internasional berpotensi merugikan sektor ekonomi utama Korut dan melanggar HAM para warganya.

Misi Korut untuk PBB menilai sanksi tersebut juga meliputi blokade "pengiriman peralatan medis dan obat-obatan" bagi wanita dan anak-anak.

"Semua jenis sanksi yang melanggar HAM dan tidak manusiawi terhadap Korut harus segera diakhiri," pungkasnya.



(WIL)