Presiden Nauru: Damai Dasar dari Demokrasi dan Harmoni

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 07 Dec 2017 11:55 WIB
bdf
Presiden Nauru: Damai Dasar dari Demokrasi dan Harmoni
Presiden Nauru, Baron Waqa turut menghadiri Bali Democracy Forum ke-10 (Foto: Marcheilla Ariesta).

Jakarta: Perdamaian harus menjadi dasar dari demokrasi dan harmoni. Pernyataan ini dilontarkan Presiden Nauru, Baron Waqa kepada awak media di sela Bali Democracy Forum X di Tangerang, Banten.
Presiden Baron menuturkan bahwa demokrasi itu berarti menghormati semuanya, mulai dari hak individu hingga kelompok. Dengan berdemokrasi, ujar Presiden Baron, maka kualitas hidup semakin baik.
 
"Hal yang terpenting dari demokrasi adalah menghormati demokrasi itu sendiri, yaitu hak terhadap individu maupun kelompok," ucapnya, Kamis 7 Desember 2017.
 
"Kita harus tanamkan dalam diri, bahwa damai harus menjadi dasar dari semua demokrasi. Dan hal terbaik dalam membangun harmoni," imbuh dia.
 
Bali Democracy Forum merupakan forum kerja sama tahunan negara-negara demokrasi di Asia yang diadakan setiap Desember di Bali. Namun, karena erupsi Gunung Agung di Bali, BDF ke-10 kali ini diadakan di Banten.
 
Forum ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas demokrasi melalui diskusi antarnegara. Tahun ini, sebanyak 103 delegasi dari 96 negara dan tujuh organisasi internasional turut hadir dalam perhelatan tahunan ini.
 
Wakil Presiden RI Jusuf Kalla resmi membuka gelaran BDF ke-10 ini dengan pidatonya soal demokrasi yang harus ada di setiap negara. Yang spesial di satu dekade BDF ini, akan ada panel konferensi untuk para pelajar dari berbagai negara yang diundang. 
 
Mengangkat tema 'Does Democracy Deliver?', Menlu Retno Marsudi dalam pidato pembukaannya mengharapkan semoga forum ini bisa menyalurkan demokrasi yang sebenarnya. Tema ini diharapkan bisa menjadikan BDF ke-10 ini sebagai penyaluran demokrasi dunia.



(FJR)