Balas Ancaman Korut, AS Lepaskan Tembakan Rudal

Fajar Nugraha    •    Rabu, 05 Jul 2017 12:02 WIB
korea utara
Balas Ancaman Korut, AS Lepaskan Tembakan Rudal
Roket milik Korsel yang ditembakkan bersama AS sebagai balasan ancaman dari Korut (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Washington: Ulah Korea Utara (Korut) yang melakukan uji coba rudal memicu kecaman dunia internasional. Amerika Serikat (AS) pun melakukan ancaman balasan.
 
Militer AS pun melepaskan tembakan rudal darat ke udara sebagai bentuk ancaman balasan atau provokasi Korut. Tembakan ini menunjukkan kemampuan tembak dari rudal tersebut.
 
 
Tembakan rudal tersebut juga dilakukan atas kerja sama antara AS dengan militer Korea Selatan (Korsel). Dua rudal itu dilesakkan dari Army Tactical Missile System milik AS dan sistem Hyunmoo Missile II milik Korsel.
 
Rudal milik AS ini diketahui bisa menempuh jarak hingga 297 kilometer. Selain itu, rudal juga memiliki kemampuan membawa hulu ledak seberat 226 kilogram.
 
Kedua rudal tersebut ditembakkan di wilayah perairan Korsel pada Rabu 5 Juli 2017. Namun tidak diketahui secara spesifik lokasi peluncurannya.
 
 
"Kemampuan serang dengan tepat memungkinan Korsel-AS untuk menargetkan serangan di segala cuaca," ujar pernyataan Armada Kedelapan AS, seperti dikutip AFP, Rabu 5 Juli 2017.
 
"Persekutuan kami tetap berkomitmen atas perdamaian dan kemakmuran dari Semenanjung Korut dan seluruh Asia Pasifik. AS berkomitmen untuk melindungi Korsel dari ancaman rezim tangan besi (Korut)," imbuh pernyataan tersebut.
 
Peluncuran rudal dari AS ini dilakukan setelah pejabat AS menggunakan ucapan keras untuk melontarkan kecaman dan memperingati Korut.
 
"Kami siap melindungi diri dan sekutu serta menggunakan seluruh kemampuan melawan ancaman dari Korut," tegas Juru Bicara Pentagon, Dana W. White.
 
"Amerika Serikat hanya menegaskan proses denuklirisasi Semenanjung Korea dengan cara damai. Komitmen kami atas keamanan para sekutu seperti Korsel dan Jepang dalam menghadapi ancaman," pungkasnya.
 
Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengonfirmasi bahwa rudal balistik antarbenua yang dilepaskan Korut memicu ekskalasi ancaman terbaru. Tillerson menegaskan pihaknya akan mengajak dunia menekan Korut mengakhiri tindakan provokasi di Semenanjung Korea.
 
 
Bagi Tillerson, tindakan dari komunitas internasional diperlukan untuk menghentikan ancaman global. Menurutnya, seluruh negara harus memperingatkan Korut bahwa mereka bisa menerima konsekuensi nyata atas upaya mengembangkan senjata nuklir.

 

 
(FJR)