Mantan PM Thailand Yingluck Shinawatra Dikabarkan Berada di Dubai

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 26 Aug 2017 17:05 WIB
politik thailand
Mantan PM Thailand Yingluck Shinawatra Dikabarkan Berada di Dubai
Mantan PM Thailand Yingluck Shinawatra dikabarkan sudah berada di Dubai (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Bangkok: Mantan Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra yang tidak hadir dalam sidang pada Jumat 25 Agustus, dikabarkan sudah berada di Dubai.
 
Yingluck yang merupakan adik dari mantan PM Thailand, Thaksin Shinawatra,-yang dalam pelarian atas kasus korupsi- diduga terlibat dalam korupsi pengadaan beras.
 
 
Pada Jumat 25 Agustus, perempuan berusia 50 tahun itu sedianya diharuskan hadir ke Mahkamah Agung untuk mendengarkan putusan atas pengadilannya. Namun Yingluck tidak bisa hadir atas alasan vertigo.
 
Spekulasi pun tersebut sejak Sabtu 26 Agustus ini, mengenai keberadaan Yingluck. Banyak pihak tengah mencari tahu kemungkinan lokasi pelariannya.
 
Seorang sumber dari pemerintahan Thailand memberikan deskripsi pelarian perempuan yang juga pengusaha itu. Menurut sumber ini, Yingluck menumpang pesawat pribadi dari Thailand ke Singapura dan melanjutkan perjalanan ke Dubai.
 
Selama ini, Dubai dianggap sebagai tempat perlindungan dari pemimpin keluarga Shinawatra yakni, Thaksin. Kakak dari Yingluck itu, juga dalam pelarian menghindari hukuman atas kasus korupsi.
 
"Thaksin sudah lama mempersiapkan rencana pelarian dari adik perempuannya. Dia tidak akan pernah membiarkan adiknya merasakan satu hari pun di penjara," ujar sumber pemerintah itu, kepada AFP, Sabtu 26 Agustus 2017.
 
"Tetapi Dubai bukan tujuan terakhir Yingluck. Kemungkinan besar dia akan meminta suaka dari Inggris," jelasnya.
 
Thaksin sendiri dikenal memiliki properti di London. Selain itu, Thaksin juga cukup lama menghabiskan waktunya di Ibu Kota Inggris itu.
 
Yingluck Shinawatra diduga melakukan penyelewengan subsidi beras di Negeri Gajah Putih tersebut. Mahkamah Agung telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuknya dan menunda putusan hingga 27 September mendatang.
 
Pengadilan mengeluarkan surat perintah penangkapan karena takut dia melarikan diri dari negara tersebut. Mereka juga menyita uang jaminan senilai USD900 ribu yang diberikan Yingluck di awal persidangan.
 
Yingluck membantah telah melakukan kesalahan dalam skema subsidi beras yang menghabiskan biaya miliaran dolar Amerika Serikat tersebut. Jika dia terbukti bersalah, mantan PM Thailand wanita pertama itu akan menghadapi hukuman penjara dan larangan seumur hidup berkecimpung di dunia politik.



(FJR)