RI Apresiasi Dukungan Pembangunan Pusat Didik untuk Anak TKI di Malaysia

Sonya Michaella    •    Rabu, 22 Nov 2017 18:21 WIB
indonesia-malaysia
RI Apresiasi Dukungan Pembangunan Pusat Didik untuk Anak TKI di Malaysia
Ilustrasi by Metrotvnews.com

Kuching: Indonesia meminta persetujuan Malaysia untuk diizinkannya pendirian lebih banyak lagi Pusat Pembelajaran Masyarakat (CLC) khusus anak-anak TKI di Malaysia.

Dalam pertemuannya di Kuching dengan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Presiden RI Joko Widodo mengucapkan terima kasih karena dukungan Malaysia terhadap pembangunan CLC.

Seperti keterangan tertulis dari Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia yang diterima Metrotvnews.com, Rabu 22 November 2017, CLC ini diperuntukan bagi anak-anak WNI yang memerlukan akses pendidikan.

Setelah proses panjang selama dia tahun, akhirnya 16 CLC telah terdaftar resmi dan mendapatkan pengesahan dari Pemerintah Malaysia. 

Sebanyak 15 dari 32 orang guru tahap pertama yang dibutuhkan untuk mengajar di 16 CLC Sarawak telah diserahterimakan oleh Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud RI, tahun ini. 

Guru-guru tersebut adalah guru berpengalaman dan berkinerja bagus karena sebelumnya pernah menjadi guru CLC di Sabah. Dengan kehadiran guru-guru tersebut diharapkan murid-murid CLC Sarawak dapat mengukir prestasi di masa yang akan datang melalui pengajaran yang baik. 

Diperlukan sinergi kerja sama yang baik antara guru bina Kemdikbud dengan guru lokal yang telah menjadi perintis di CLC Sarawak. Para guru juga merupakan perpanjangan tangan dari KBRI Kuala Lumpur dan KJRI Kuching untuk memberikan informasi positif tentang berbagai peraturan keimigrasian bagi WNI yang berada di lokasi mereka mengajar. 

Kedua pemimpin juga menyambut baik penandatanganan kesepakatan dalam Pendidikan Tinggi Islam. MoU tersebut merupakan bukti komitmen dari kedua negara dalam kerja sama di bidang pendidikan dan agama di samping juga memperkuat hubungan people to people. 


(FJR)