Mahasiswa Indonesia Jauh dari Wilayah Demo di Iran

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 04 Jan 2018 18:26 WIB
politik iran
Mahasiswa Indonesia Jauh dari Wilayah Demo di Iran
Setelah aksi protes antipemerintah, Iran kini diwarnai protes massa pendukung pemerintah (Foto: AFP).

Jakarta: Situasi di Iran sudah terkendali setelah sebelumnya unjuk rasa menghantui sebagian wilayah di negara tersebut. Meski demikian, warga negara Indonesia (WNI) di sana dilaporkan aman, kebanyakan adalah pelajar.
 
Direktur Asia Selatan dan Tengah Kementerian Luar Negeri Ferdy Piay menuturkan para pelajar Indonesia tersebut berada jauh dari wilayah unjuk rasa. "Sejak hari pertama demonstrasi dimulai KBRI kita di Tehran sudah memberikan imbauan kepada WNI agar menjauhi tempat demonstrasi," ujar Ferdy saat ditemui di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis 4 Januari 2018.
 
"WNI kita kalau tidak salah 320 orang, dengan jumlah lebih banyak mahasiswa. Tapi mereka jauh dari wilayah demo," imbuhnya.
 
Hingga saat ini, imbuh Ferdy, pihak KBRI Tehran masih terus memantau perkembangan situasi. Laporan dari Tehran, tidak ada WNI yang terlibat aksi kekerasan di sana.
 
Dua belas orang tewas dalam gelombang kekerasan terburuk sepanjang sejarah demonstrasi massal di Iran, Senin 1 Januari 2018. Merespons hal ini, Presiden Iran menegaskan warga Iran akan melawan 'para pengacau dan pelanggar hukum.'
 
Presiden Iran Hassan Rouhani mencoba menenangkan situasi dengan mengatakan gelombang unjuk rasa ini bukan sesuatu yang luar biasa. 
 
"Kritik dan protes adalah sebuah kesempatan, bukan ancaman. Elemen warga akan merespons dengan sendirinya terhadap para pengacau dan pelanggar aturan," ujar Rouhani dalam pernyataan resmi kantor kepresidenan Iran.
 
"Negara akan menangani minoritas ini yang menyerukan slogan menentang hukum dan keinginan warga, serta menghina nilai-nilai dari revolusi," lanjut dia. 
 
Otoritas Iran belum memberikan informasi lanjutan mengenai siapa-siapa saja yang telah membunuh 12 orang sejauh ini.



(FJR)