Pendidikan, Salah Satu Cara Tanggulangi Sampah Laut

Sonya Michaella    •    Sabtu, 28 Oct 2017 15:19 WIB
indonesia-asmaritim dan kelautan
Pendidikan, Salah Satu Cara Tanggulangi Sampah Laut
Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph Donovan membahas masalah sampah laut di @America. Jakarta Sabtu 28 Oktober 2017 (Foto: Sonya Michaella/metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Amerika Serikat (AS) lewat Kedutaan Besar-nya di Jakarta sangat mendukung agar lingkungan laut Indonesia bersih kembali. Saat ini, sampah adalah masalah utama ekosistem laut Indonesia.
 
Indonesia juga menjadi penyumbang sampah laut terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok, di mana Indonesia memproduksi sampah laut sebesar 171 ribu ton setiap harinya. Di posisi ketiga adalah Filipina, Thailand dan Vietnam.
 
"AS dan Indonesia sama-sama negara maritim. Maka dari itu, lingkungan laut merupakan salah satu bidang yang diperhatikan dalam kerja sama strategis kedua negara," kata Duta Besar AS untuk Indonesia, Joseph Donovan ketika ditemui di @America, Pacific Place, Jakarta, Sabtu 28 Oktober 2017.
 
"Di AS, kami memulainya dengan pendidikan kepada anak muda. Kami berharap agar anak muda bisa mengerti pentingnya laut dan lingkungan yang bersih," lanjut dia.
 
Menurut Dubes Donovan, pendidikan adalah salah satu komponen penting untuk mendidik anak muda dalam melindungi laut dan biotanya. Ia berharap agar Indonesia bisa lebih memperkaya pendidikan soal ekosistem laut.
 
"Kami bangga bisa bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk mengatasi sampah laut dan yang saya tahu, laut adalah salah satu prioritas Indonesia dan pemerintah mulai menetapkan langkah-langkah konkret untuk menanggulangi sampah laut," tutur dia.
 
Dalam mendukung gerakan mengatasi sampah laut ini, Kedubes AS menyelenggarakan First Indonesia Youth Marine Debris Summit. Di sinilah sebanyak 70 pemuda-pemudi dari 34 provinsi di Indonesia mempresentasikan rencana kerjanya untuk laut Indonesia.
 
Satu yang terbaik dari mereka akan berkesempatan untuk mengikuti Our Ocean Conference Summit 2018 yang akan diselenggarakan di Bali. Sebelumnya, pertemuan ini dihelat di Malta, bulan lalu.
 
Pasalnya, sampah laut seperti sedotan dan plastik bisa membahayakan biota laut, seperti ikan dan penyu yang dilindungi. Berbagai sampah plastik yang terurai sangat lama misalnya kantong plastik dan botol plastik —memakan beratus-ratus tahun untuk terurai— bisa membahayakan laut jika terus dibiarkan.



(FJR)


Menlu AS Temui Raja Salman Bahas Jurnalis Hilang

Menlu AS Temui Raja Salman Bahas Jurnalis Hilang

6 hours Ago

Pompeo berterima kasih kepada Raja Salman karena mendukung penyelidikan transparan pencarian Jamal…

BERITA LAINNYA