Media Korut Sebut Trump Pantas Dihukum Mati Karena Ejek Kim Jong-un

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 15 Nov 2017 16:07 WIB
korea utara
Media Korut Sebut Trump Pantas Dihukum Mati Karena Ejek Kim Jong-un
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sempat menyebut Kim Jong-Un pendek dan gendut (Foto: AFP).

Pyongyang: Media pemerintah Korea Utara (Korut) menyebut Presiden Amerika Serikat (AS) pantas menerima hukuman mati karena telah mengejek pemimpin tertinggi mereka, Kim Jong-un. Mereka menyebut Trump seorang pengecut karena membatalkan kunjungan ke perbatasan antar-Korea.

(Baca: Trump Ejek Kim Jong-un 'Pendek dan Gendut').

Editorial surat kabar Rodong Sinmun memusatkan amarahnya pada kunjungan Trump ke Korea Selatan (Korsel) pekan lalu. Di Seoul, Trump mencela Pyongyang dengan mengatakan mereka hidup dalam 'kediktatoran kejam' Jong-un.

"Kejahatan terburuk yang dia lakukan dan tak dapat diampuni adalah dia berani melukai martabat pemimpin tertinggi kita. Dia harus tahu bahwa dia sendiri adalah penjahat mengerikan yang pantas dijatuhi hukuman mati oleh orang Korea Utara," tulis surat kabar tersebut, seperti dilansir dari laman The Guardian, Rabu, 15 November 2017.

Mereka menyebut kunjungan Trump ke Korsel sebagai cara untuk mendoktrin pikiran mereka agar mengambil sikap terhadap Korut.

Dalam tulisannya, editorial ini juga digali kegagalan Trump untuk mengunjungi zona demiliterisasi (DMZ) yang membagi kedua Korea. Menurut Gedung Putih, gagalnya Trump ke sana karena cuaca yang buruk.

Sementara editorial menuturkan, bahwa dengan helikopter, DMZ bisa dicapai dalam waktu lima menit. "Ini bukan cuacanya, dia hanya terlalu takut menghadapi tatapan tajam tentara kita," tulis koran itu.

Sejak menjadi presiden, Trump terus terlibat perang kata-kata dengan Kim Jong-un. Di depan pemimpin dunia yang berada di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa beberapa bulan lalu, Trump menyebut Jong-un adalah 'manusia roket'.

Pernyataan Trump tersebut dibalas Jong-un yang mengatakan presiden AS itu 'tua'. Diakhir kehadirannya dalam pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (KTT APEC) di Da Nang, Vietnam, Trump kembali mengejek anak dari Kim Jong-il tersebut.

"Mengapa Kim Jong-un menghina saya dengan memanggil saya 'tua', kapan saya pernah memanggilnya 'pendek dan gemuk'?" cuitnya lewat akun Twitter.

Perang kata-kata ini dikhawatirkan akan menimbulkan kekhawatiran mengenai pecahnya permusuhan keduanya.



 


(FJR)