Indonesia Siap Bantu Filipina Benahi Kota Marawi

Whisnu Mardiansyah    •    Senin, 13 Nov 2017 05:26 WIB
kelompok sipil bersenjatafilipina
Indonesia Siap Bantu Filipina Benahi Kota Marawi
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi. MI/Susanto.

Manila: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan kesiapan Indonesia membantu Filipina dalam upaya proses rekonstruksi dan rehabilitasi Kota Marawi, Filipina. Marawi sudah dinyatakan bebas dari kelompok bersenjata Maute yang berfiliasi dengan ISIS. 

“Keberhasilan Filipina dalam membebaskan kota Marawi penting bagi kawasan dan mengirimkan pesan kuat tentang kekuatan kita dalam melawan terorisme dan ekstrimisme melalui kerja sama,” kata Retno dalam pertemuan trilateral tingkat menteri Indonesia-Malaysia-Filipina di Manila, Minggu 12 November 2017.

Retno menilai, masalah belum usai meski Kota Marawi telah dibebaskan. Pemerintah Filipina punya pekerjaan untuk merawat perdamaian di Marawi. Indonesia akan terus mendukung Filipina dalam melakukan proses rekonstruksi dan rehabilitasi di Marawi.

“Rekonstruksi dan rehabilitasi adalah tugas yang sangat berat. Namun dengan dukungan dan kerja sama, termasuk melalui Trilateral, maka tugas ini akan bias diselesaikan,” tambah Menlu.

Masyarakat Marawi perlahan kembali ke rumah mereka, setelah berbulan-bulan mengungsi. Namun, perlu ada rekonstruksi dan rehabilitasi insfratruktur agar masyarakat dapat kembali hidup normal. Juga perlu adanya integrasi ulang, penyelesaian akar permasalahannya, serta penguatan kerja sama guna mencegah terulangnya kembali tragedi seperti yang terjadi di Marawi.

“Indonesia menunggu Pemerintah Filipina untuk dapat mengidentifikasi kebutuhan bagi upaya rekonstruksi dan rehabilitasi,” ujar Menlu Retno.

Berkaca dari pengalaman Indonesia, Menlu Retno pun siap memberi bantuan Filipina dari sektor pendidikan dan deradikalisasi. Hal ini sejalan dengan keinginan Pemerintah Filipina untuk mengembangkan toleransi melalui pendidikan.

Keberhasilan Indonesia dalam upaya deradikalisasi bisa diterapkan di Marawi. Indonesia siap membantu Filipina dalam mengembangkan kurikulum pendidikan agama, pengiriman ulama untuk menyebarkan nilai Islam sebagai rahmatan lil alamin melalui madrasah, serta menyediakan lebih banyak beasiswa untuk para pelajar dan mahasiswa asal Marawi.

“Indonesia siap berbagi pengalaman dengan Filipina dalam proses deradikalisasi dan reintegrasi di Marawi,” tegas Menlu Retno.

Dari aspek penegakan hukum, Menlo menawarkan kesiapan Jakarta Centre for Law Enfocement Cooperation (JCLEC) untuk memberikan pelatihan bagi para penegak hukum dan aparat keamanan, dengan kurikulum yang didesain sesuai kebutuhan (tailor-made). Menlu Filipna mengapresiasi tinggi atas dukungan dan bantuan Indonesia dan Malaysia dalam pembebasan kota Marawi.

Mengingat semakin kompleksnya tantangan keamanan, termasuk mencegah terulangnya situasi seperti di Marawi, Indonesia telah berinisiatif menyampaikan draf rencana aksi (plan of action) beserta peta jalan (road map), yang secara sistematis memuat aktivitas konkret kerja sama trilateral. Kegiatan konkret ini terbagi menjadi tiga bagian, yakni jangka pendek, menengah dan panjang. Kedua dokumen ini selanjutnya akan dibahas secara lebih mendalam dalam Pertemuan Trilateral berikutnya, yang rencananya akan diselenggarakan di Indonesia awal tahun depan.

Pertemuan Trilateral ini merupakan tindak lanjut dari Pertemuan Trilateral sebelumnya pada Juni lalu. Kerja sama antara Indonesia, Malaysia dan Filipina ini dibentuk untuk meningkatkan efektivitas penanganan kejahatan terorganisir lintas negara, terutama terorisme, khususnya di Laut Sulu dan Sulawesi.


(DRI)