Indonesia Diharapkan Jadi Negara Middle Power Efektif

Sonya Michaella    •    Minggu, 18 Sep 2016 09:45 WIB
diplomasi luar negeri
Indonesia Diharapkan Jadi Negara <i>Middle Power</i> Efektif
Acara forum FPCI bertajuk CIFP 2016 di Kota Kasablanka, Jakarta, 17 September 2016, dihadiri ribuan tamu undangan. (Foto: MTVN/Sonya Michaella)

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia diharapkan menjadi negara dengan middle power efektif dan gesit. Hal ini disampaikan oleh pendiri Komunitas Kebijakan Luar Negeri Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal di acara forum diplomasi politik internasional miliknya

"Ada negara dengan great power yaitu Amerika Serikat, Rusia dan Tiongkok. Indonesia termasuk negara middle power bersama India dan Australia," kata Dino ketika ditemui di Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (17/9/2016).

Ia mengungkapkan, negara dengan middle power atau yang kekuatannya berada di level menengah, justru adalah negara yang bisa berkontribusi besar di dunia internasional.

"Indonesia, sebagai negara dengan middle power bisa menjadi agen perubahan di dunia internasional," ujarnya.

Mengomentari pemerintahan saat ini, Dino mengaku senang karena Presiden RI Joko Widodo semakin aktif di politik luar negeri. "Ada dua strategi diplomasi, geopolitik dan globalisasi. Menurut saya, saat ini geopolitik menjadi agenda utama hubungan internasional," ungkap mantan wakil menteri luar negeri itu.

Bagaimana caranya Indonesia, lanjut Dino, menjaga hubungan dengan negara-negar lain agar tak merugi sembari tetap menjaga keamanan kawasan sendiri.

"Harapan saya, tahun-tahun berikutnya agenda geopolitik tetap dimajukan dengan tak melupakan globalisasi," ucap dia.

FPCI dibentuk dua tahun lalu. Konferensi internasional ini kembali menarik antusiasme generasi muda di tahun kedua penyelenggaraan. "Ini organisasi dengan akar kuat di multi stakeholder-nya. Kami memang bergerak di bidang politik dan diplomasi internasional," sebut Dino.

Turut hadir dalam forum FPCI sejumlah pembicara handal dari Kemenlu, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, calon gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, mantan Presiden Timor Leste Xanana Gusmao, dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Selain dari dunia politik, hadir pula tamu dari kalangan selebritis yang dianggap berhasil melakukan diplomasi internasional, seperti Chelsea Islan, Farah Quinn dan presenter Metro TV, Andini Effendi.



(WIL)