PBB Lakukan Pertemuan Darurat, Korut Terancam Sanksi Terberat

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 10 Sep 2016 13:38 WIB
nuklir korea utara
PBB Lakukan Pertemuan Darurat, Korut Terancam Sanksi Terberat
Kim Jong-Un dan Korut terancam sanksi berat terkait uji nuklir (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, New York: Negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dari Amerika Serikat (AS), Korea Selatan (Korsel), Jepang, Rusia dan Tiongkok melakukan pertemuan darurat membahas uji coba nuklir kelima yang dilakukan Korea Utara (Korut).
 
Pertemuan dilakukan pada Jumat 9 September untuk membahas tindakan yang dilakukan oleh Korut, ketika uji coba nuklir itu terdeteksi usai gempa 5,3 skala richter melanda. 


Sekjen PBB Ban Ki-Moon tanggapi uji nuklir Korut (Foto: AFP)
 
 
Korut sendiri sudah mengakui tes nuklir tersebut. Mereka juga mengaku bahwa negaranya memiliki kapasitas untuk melengkapi rudal dengan hulu ledak nuklir. (Baca: Presenter Berita Korut Akui Uji Coba Nuklir Kelima http://internasional.metrotvnews.com/asia/8N0qmYrb-presenter-berita-korut-akui-uji-coba-nuklir-kelima).
 
Melalui pertemuan darurat ini, pada petinggi anggota PBB itu membahas sanksi yang mungkin bisa dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB. Mereka menilai Korut sudah melanggar Piagam PBB Pasal 41 yang mengatur pelanggaran keamanan.
 
"Korut berupaya untuk memperkuat senjata nuklirnya dan persenjataan lain demi upaya untuk menyandera kawasan (Asia) dan dunia dengan ancaman serangan nuklir," ujar Duta Besar AS untuk PBB Samantha Power, seperti dikutip AFP, Sabtu (10/9/2016).
 
"Kami akan mengambil langkah signifikan, termasuk sanksi baru untuk memperlihatkan kepada Korut bahwa ada konsekuensi atas tindakan berbahaya dan melanggar hukum yang dilakukan oleh mereka," tegas Power.
 
Negara yang dipimpin oleh Kim Jong-Un itu sudah melanggar lima sanksi nuklir yang diterapkan kepada mereka sejak 2006. Sanksi ini termasuk dalam bidang perdagangan dan perbankan.
 
Namun Duta Besar Inggris untuk PBB Matthew Rycroft menegaskan usai pertemuan, harus ada implementasi penuh dari sanksi yang sudah ada. "Kemudian, kemungkinan ada nama baru ditambahkan dalam sanksi yang sudah ada sebelumnya. Kini waktunya memperkuat sanksi yang sudah berjalan," punkasnya.
 
Tetapi Duta Besar Tiongkok untuk PBB Liu Jieyi memperingatkan adanya konsekuensi kehancuran, atas provokasi mutual.
 
"Kami menentang uji coba itu dan kami percaya lebih dibutuhkan untuk bekerja sama memastikan denuklirisasi di Semenanjung Korea," ungkap Jieyi.
 
"Setiap pihak harus menahan diri dari provokasi mutual dan tindakan yang bisa memperburuk situasi," imbuhnya.
 
Sementara Sekjen PBB Ban Ki-Moon mengandalkan DK PBB untuk tetap bersatu dan mengambil tindakan. Ban menilai setiap pihak harus berupaya menghentikan ekskalasi yang terus meningkat ini.  



(FJR)