Kerja Paruh Waktu Mahasiswa Indonesia di Taiwan Legal

Sonya Michaella    •    Rabu, 02 Jan 2019 12:36 WIB
pendidikantaiwanindonesia-taiwan
Kerja Paruh Waktu Mahasiswa Indonesia di Taiwan Legal
Ilustrasi/Medcom.id.

Taipei: Tuduhan terkait mempekerjakan mahasiswa Indonesia untuk bekerja di pabrik-pabrik, ditampik Taiwan. Sejumlah universitas yang menerima banyak mahasiswa Indonesia mengatakan bahwa tidak ada pelanggaran yang dilakukan.

"Tuduhan ini sangat tidak beralasan. Berita ini dapat merusak New Southbound Policy Taiwan dan juga kerja sama pendidikan antara Taiwan dan Indonesia," tulis pernyataan dari salah satu kampus, Universitas Teknologi Hsin Wu, Rabu 2 Januari 2019.

Disebutkan pula bahwa mahasiswa baru tak melakukan pelanggaran dalam bekerja paruh waktu selama liburan musim panas dan musim dingin, di tahun pertama mereka di Taiwan. Mereka diperbolehkan bekerja tidak lebih dari 20 jam per minggu.

Baca: Taiwan Tampik Isu Pekerjakan Paksa Ratusan Siswa Indonesia

"Semuanya telah sesuai dengan prosedur yang diperlukan dalam pengajuan izin kerja, asuransi kesehatan tenaga kerja. Pihak universitas bahkan menyediakan transportasi antar jemput mahasiswa untuk bekerja paruh waktu," lanjut pernyataan itu.

Masuk ke tahun kedua, pihak universitas mengatur sistem magang bagi para mahasiswa asing. Universitas Hsin Wu menampik keras bahwa mahasiswa disebut bekerja paksa 10 jam setiap harinya.

"Kerja paruh waktu dan magang tercatat dalam absensi kehadiran dan mereka menerima slip gaji yang diketahui universitas," tambah universitas tersebut.

Baca: Ratusan Mahasiswa Indonesia jadi Korban Kerja Paksa di Taiwan

Sekitar 300 mahasiswa asal Indonesia kabarnya dipaksa bekerja sejumlah pabrik di Taiwan, salah satunya pabrik pembuat lensa kontak. Mereka berasal dari enam universitas di Taiwan. 

Diduga mereka hanya kuliah pada Kamis dan Jumat setiap pekan, sedangkan pada Senin sampai Rabu mereka bekerja di pabrik dari pukul 07.30 pagi hingga 19.30 malam. Untuk mahasiswa yang memakai hijab, mereka dipaksa untuk mengonsumsi makanan non-halal.



(FJR)