Kim Jong-nam Disebut Lebih Pantas Pimpin Korut

Sonya Michaella    •    Jumat, 17 Feb 2017 16:47 WIB
pembunuhan kim jong-nam
Kim Jong-nam Disebut Lebih Pantas Pimpin Korut
Kim Jong-nam (kiri) disebut-sebut lebih pantas memimpin Korut (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Seoul: Sejumlah analisis politik internasional di Korea Selatan (Korsel) mengatakan, Kim Jong-nam, lebih pantas menjadi pemimpin Korea Utara (Korut) daripada Kim Jong-un.

"Terlepas dari kritik terbuka untuk Korut, Jong-nam lebih sah, karena dia anak pertama dan mendapat perlindungan dari Tiongkok," ucap Jun Byung-kon, seorang analis Korsel untuk Unifikasi Nasional.

Dilansir AFP, Jumat 17 Februari 2017, bahkan ia mengatakan, ada alasan cukup kuat Korut bisa menjadi dalang atas pembunuhan Jong-nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur, 13 Februari lalu.

Tiongkok, kata dia, juga bisa menjadi faktor. Pasalnya, ada kondisi di mana Tiongkok pun berpikiran bahwa Jong-nam lebih pantas menjadi pemimpin Korut. Sebab, dalam patriarkal Korut, putra pertama dipandang sebagai pewaris resmi takhta keluarga.

Jong-nam diketahui adalah kakak tiri Jong-un, hasil hubungan tidak sah dari Kim Jong-il dan seorang artis asal Korut. Ia hidup mengasingkan diri di pusat perjudian Macau. Jong-nam dikabarkan kerap membuka kekacauan dan kekejaman rezim Jong-un.

Hidup di Macau dengan sederhana dan jauh dari kemewahan serta kekuatan besar seperti adik tirinya, Jong-nam disebut-sebut selalu dilindungi oleh kekuatan Tiongkok.

"Dia tinggal di sini (Macau) tanpa pengawal. Hidupnya santai. Dia sangat ceria dan berbaur dengan mudah," tutur salah seorang teman Jong-nam yang merahasiakan identitasnya.

Namun, sejumlah kejadian janggal ada di Jong-nam. Ia pernah ditahan di Bandara Internasional Narita, Jepang, pada 2001, karena memakai paspor palsu dan kemudian dirinya dideportasi. Ketika ditanya apa tujuannya ke Jepang, ia mengatakan ingin berwisata ke Disneyland Tokyo.

Sejak kecil, Jong-Nam tinggal bersama bibinya. Tahun 1979, Jong-Nam tinggal dengan neneknya di Moskow, Rusia. Dia belajar di sekolah internasional di Rusia dan Swiss, sebelum pulang ke Korut pada 1988. Dia lalu tinggal di Pyongyang dan diberi tanggung jawab mengawasi kebijakan teknologi informasi Korut.

Insiden paspor palsu saat memasuki Jepang itulah yang disebut-sebut menggagalkan langkahnya menjadi pemimpin Korut. 

Selama hidup di pengasingan, Jong-Nam kerap berpindah-pindah negara. Tahun 2014, dia pernah dilaporkan terlihat di sebuah restoran Italia di Jakarta, Indonesia. Dia disebut kerap bolak-balik antara Singapura, Indonesia, Malaysia dan Prancis.

Terlepas dari kehidupannya di pengasingan, Jong-Nam merupakan penggemar mesin judi poker di Macau. Namun tak hanya itu, dia juga dijuluki sebagai 'playboy internasional' karena hubungannya dengan banyak wanita di Macau.





(WIL)