Satu Tahun Masa Berkabung, Pemilu Thailand Tetap Digelar Tahun Depan

Sonya Michaella    •    Senin, 17 Oct 2016 17:05 WIB
raja thailand
Satu Tahun Masa Berkabung, Pemilu Thailand Tetap Digelar Tahun Depan
Warga Thailand berduka atas kepergian Raja Bhumibol Adulyadej (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Bangkok: Wafatnya Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej, tak akan menghambat pemilihan umum yang akan digelar tahun depan oleh pemerintah junta militer.

Kepergian Bhumibol yang telah berkuasa selama 70 tahun ini membuat beberapa pihak khawatir akan dibatalkannya pemilu. Pasalnya, pemerintah menetapkan masa berkabung selama satu tahun.

"Pemerintah telah menegaskan kembali komitmennya untuk mengikuti road-map pemilihan umum yang dijadwalkan akan berlangsung akhir 2017," tulis salah satu surat kabar lokal Thailand, seperti dikutip Reuters, Senin (17/10/2016).

Meski demikian, juru bicara pemerintahan junta militer, Weerachon Sukondhapatipak, menolak memberi komentar terkait hal ini. 

"Ini bukan waktunya untuk membahas politik," tegas Sukondhapatipak.

Kerajaan meminta agar tidak ada "perayaan" selama 30 hari dan menyerukan warga agar mengenakan pakaian serba hitam sebagai tanda berkabung terhadap Bhumibol yang wafat pada usia 88 tahun.

Bagi warga Thailand, Bhumibol merupakan raja yang sangat dihormati dan disayangi. Ia terkenal dengan berbagai upayanya membantu warga miskin di pedesaan, termasuk mendirikan sejumlah proyek pengembangan pertanian.

Bhumibol juga kerap dianggap sebagai tokoh yang mampu menjaga stabilitas keamanan di negara yang kerap dilanda kekacauan politik.

Pemerintah junta memastikan kepada warga Thailand bahwa aktivitas ekonomi dan pemerintahan akan berjalan seperti biasa setelah kepergian Raja Bhumibol. 

"Semuanya akan berjalan sesuai rencana," kata Wakil Perdana Menteri Wissanu Krea-ngam dalam wawancara yang disiarkan televisi nasional.





(WIL)

Santiago De Cuba Bersiap untuk Pemakaman Fidel Castro

Santiago De Cuba Bersiap untuk Pemakaman Fidel Castro

5 hours Ago

Proses pemakaman untuk tokoh revolusi Kuba, Fidel Castro mulai dipersiapkan di kota terbesar kedua…

BERITA LAINNYA