Duterte Dikecam usai Cium Buruh Migran di Seoul

Willy Haryono    •    Senin, 04 Jun 2018 19:14 WIB
filipina
Duterte Dikecam usai Cium Buruh Migran di Seoul
Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam sebuah acara di Bandara Internasional Manila, 2 Juni 2018. (Foto: ACE MORANDANTE)

Seoul: Presiden Rodrigo Duterte memicu kritik dan kecaman usai mencium seorang buruh migran Filipina (OFW) dalam sebuah acara di Seoul, Korea Selatan.

Duterte meminta dua buruh migran untuk naik ke podium. Ia memberikan sebuah buku, dan kemudian meminta salah satu dari mereka untuk mencium di bagian bibir.

Ajakan tersebut memicu sorak sorai dari para penonton, yang sebagian besar adalah buruh migran Filipina. Namun grup hak asasi manusia di Filipina, Gabriela, mengecam tindakan tersebut,

"Itu hanya aksi teatrikal dari seorang presiden misoginis" ujar Gabriela, seperti dikutip dari BBC, Senin 4 Juni 2018.

Ini bukan kali pertama Duterte dituduh berbuat tidak sopan terhadap wanita.

Pada April 2016, dia menyinggung mengenai kasus pemerkosaan dan pembunuhan seorang misionaris asal Australia di Davao. Kasus terjadi saat Duterte masih menjadi wali kota.

"Saya marah karena dia diperkosa. Tapi dia juga sangat cantik, seharusnya wali kota mencobanya terlebih dahulu," sebut Duterte kala itu. Pemerintahan Duterte kemudian meminta maaf atas pernyataan tersebut.

Sementara Februari lalu, Duterte memerintahkan prajurit Filipina untuk menembak pemberontak wanita di bagian kemaluannya. 

Kedua insiden tersebut memicu kritik tajam di media sosial.

"Berulangnya aksi semacam itu bertujuan mengaburkan fakta bahwa popularitasnya (Duterte) menurun karena pembunuhan di luar jalur hukum, reformasi pajak dan skandal korupsi besar-besaran," tutur Gabriela.


(WIL)