India Mengaku Telah Jatuhkan Bom di Pakistan

Willy Haryono    •    Selasa, 26 Feb 2019 13:39 WIB
indiapakistankonflik kashmir
India Mengaku Telah Jatuhkan Bom di Pakistan
Sebuah pesawat jenis Embraer dikawal dua jet Sukhoi milik Angkatan Udara India di Bangalore, 20 Februari 2019

New Delhi: Pemerintah India mengklaim telah menjatuhkan bom dan menghancurkan sejumlah kamp grup militan di wilayah Pakistan, Selasa 26 Februari 2019. Sementara Pakistan menyebut pesawat jet India hanya melanggar batas wilayah dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan apapun.

Dua pernyataan kontradiktif ini berlangsung di tengah ketegangan antara India dan Pakistan terkait serangan bom bunuh diri di Kashmir hampir dua pekan lalu. Serangan kala itu menewaskan sedikitnya 40 personel paramiliter India.

India menuduh Pakistan "terlibat langsung" dalam serangan di Kashmir, yang dilakukan grup militan Jaish-e-Mohammad. Pakistan membantah keras tuduhan tersebut.

"Angkatan Udara kami telah melancarkan sejumlah serangan udara pagi ini terhadap kamp teror di sepanjang LoC," ucap Menteri Pertanian Gajendra Singh Shekhawat di Twitter. LoC merujuk pada Line of Control, garis batas yang memisahkan Kashmir India dan Kashmir Pakistan.

Namun menurut Pakistan, sejumlah pesawat jet India yang melanggar wilayah LoC itu hanya menjatuhkan beberapa "material" tanpa mengucapkan kata "bom." Pakistan bahkan mengklaim jatuhnya beberapa "material" tersebut tidak menimbulkan kerusakan apapun.

Juru bicara angkatan bersenjata Pakistan Mayor Jenderal Asif Ghafoor mengatakan memang telah terjadi kontak antar jet tempur kedua negara pagi ini.

"Angkatan Udara India melanggar batas Line of Control," tulis Ghafoor di Twitter, sekitar pukul 05.00 waktu setempat. "Angkatan Udara Pakistan langsung terbang merespons. Pesawat India kemudian terbang berbalik arah," lanjutnya.

Ghafoor menyebut sejumlah pesawat India itu melanggar area Muzafarabad yang merupakan bagian dari Pakistan. Pesawat India itu kemudian menjatuhkan beberapa material yang jatuh di dekat Balakot. "Tidak ada korban atau kerusakan," tegas Ghafoor.

Sejumlah analis telah memprediksi India mungkin akan melancarkan serangan karena 40 personel paramiliternya tewas di Kashmir oleh grup asal Pakistan.

Kashmir merupakan isu sentral penyebab ketegangan India dan Pakistan sejak tahun 1947. Kedua negara sama-sama mengklaim keseluruhan Kashmir, yang berujung pada meletusnya bentrokan dari waktu ke waktu.

Perdana Menteri India Narendra Modi dikabarkan mendapat tekanan kuat dari dalam negeri untuk merespons serangan bom bunuh diri di Kashmir. Modi akan menghadapi pemilihan umum dalam beberapa pekan ke depan, dan isu bom di Kashmir mendominasi kampanyenya.

Sekutu kedua negara, termasuk Arab Saudi, Amerika Serikat, Inggris dan Tiongkok, telah mencoba menurunkan ketegangan terkait Kashmir. Para mitra tersebut juga berusaha mendorong agar India dan Pakistan mau berdialog.

Baca: Pakistan Klaim Jet India Langgar Perbatasan Kashmir


(WIL)


Pilpres AS, Sanders Mulai Kampanye di Brooklyn

Pilpres AS, Sanders Mulai Kampanye di Brooklyn

2 weeks Ago

Bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Bernie Sanders memulai kampanye di tempat…

BERITA LAINNYA