Ledakan dalam Aksi Protes di Afghanistan Tewaskan 68 Orang

Willy Haryono    •    Rabu, 12 Sep 2018 14:18 WIB
talibanafghanistanisis
Ledakan dalam Aksi Protes di Afghanistan Tewaskan 68 Orang
Garis polisi dipasang dalam lokasi ledakan bom di Kabul, Afghanistan, 9 September 2018. (Foto: AFP/STR)

Nangarhar: Sebuah ledakan bom bunuh diri di tengah aksi unjuk rasa sekelompok demonstran di Afghanistan menewaskan 68 orang dan melukai 165 lainnya.

Ledakan terjadi di wilayah antara Jalalabad di provinsi Nangarhar dengan perbatasan Pakistan, di tengah demonstrasi menentang penunjukan seorang kepala kepolisian lokal.

Seperti dikutip dari kantor berita AFP, Rabu 12 September 2018, korban tewas dan luka dibawa ke sejumlah rumah sakit dengan menggunakan ambulans serta truk. Staf medis di beberapa rumah sakit kewalahan menangani gelombang pasien ledakan.

Hingga saat ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan dahsyat tersebut. Namun kelompok militan Islamic State (ISISI), yang belakangan sering melancarkan aksi bom bunuh diri di Afghanistan, aktif di provinsi Nangarhar.

Zar Khan, salah satu korban luka, mengatakan kepada AFP dirinya melihat seorang pemuda keluar dari mobil dan berlari ke kerumunan pengunjuk rasa.

"Kemudian ledakan pun terjadi. Banyak korban berjatuhan di sekeliling saya," sebut Khan yang terbaring di rumah sakit.

Ini merupakan serangan paling mematikan sejak sebuah ambulans berisi bahan peledak meledak di jalanan pramai di Kabul pada Januari lalu. Serangan tersebut menewaskan lebih dari 100 orang, yang sebagian besarnya warga sipil. Ledakan diklaim grup Taliban.

Kekerasan di Afghanistan meningkat dalam beberapa pekan terakhir, seiring semakin aktifnya Taliban di medan perang dan ISIS yang terus melancarkan serangan di wilayah pinggiran.


(WIL)