Dalai Lama Tidak Khawatir Trump Jadi Presiden AS

Arpan Rahman    •    Rabu, 23 Nov 2016 14:50 WIB
dalai lama
Dalai Lama Tidak Khawatir Trump Jadi Presiden AS
Dalai Lama berbicara dalam sebuah konferensi di Mongolia, 21 November 2016. (Foto: AFP/BYAMBASUREN BYAMBA-OCHIR)

Metrotvnews.com, Ulaanbaatar: Dalai Lama mengaku "tidak khawatir" atas terpilihnya Donald Trump sebagai presiden berikutnya Amerika Serikat (AS).

Selama kunjungan ke Mongolia, tokoh spiritual Tibet yang hidup di pengasingan mengatakan kepada wartawan bahwa ia berharap politikus kontroversial itu harus menyesuaikan kebijakannya dengan realitas global.

Rahib 81 tahun itu juga berharap bertemu Trump setelah dilantik pada 20 Januari tahun depan. Namun pertemuan tersebut kemungkinan akan membuat kesal Tiongkok.

"Saya merasa selama pemilu, kandidat memiliki lebih banyak kebebasan untuk berekspresi," kata Dalai Lama, seperti disitir Sky News, Rabu (23/11/2016).

Ditambahkannya, "Kini setelah mereka terpilih, ada tanggung jawab, maka mereka harus menjunjung kerja sama dan pekerjaan mereka, menurut realitas. Jadi saya tidak perlu khawatir."

Selama kampanye yang berlangsung sengit, beberapa pernyataan Trump dianggap menyinggung kelompok minoritas AS, termasuk keturunan Hispanik dan Muslim.


Presiden terpilih Donald Trump. (Foto: AFP)

Beijing telah mendesak Mongolia membatalkan kunjungan empat hari Dalai Lama. Tiongkok telah lama menuduh dirinya berusaha memisahkan Tibet dari Negeri Tirai Bambu.

Tetapi, Dalai Lama menegaskan perjalanannya tidak bermuatan politik. Seraya menambahkan dirinya tidak pernah secara terbuka menyerukan kemerdekaan Tibet selama lebih dari 40 tahun.

Presiden Tiongkok Xi Jinping sudah memberi selamat kepada Trump atas kemenangan pilpresnya melalui sambungan telepon. Kendati telah muncul tuduhan berulang kali dari Presiden terpilih bahwa Beijing terlibat praktik-praktik perdagangan yang tidak adil.

Sesaat sebelum komentar Dalai Lama, Trump mengisyaratkan ingin melupakan kontroversi soal penggunaan server surat elektronik pribadi Hillary Clinton -- skandal yang memainkan peran penting dalam kampanye pemilu.

Saat mendatangi kantor The New York Times, Trump juga mengatakan dirinya menjaga "pikiran terbuka" pada isu perubahan iklim. Ia mengatakan berpikir tentang hubungan antara pemanasan global dengan aktivitas manusia -- sesuatu yang telah lama diabaikan.


(WIL)