Korut Dilanda Banjir Besar, Korsel Ogah Kirim Bantuan

Willy Haryono    •    Jumat, 23 Sep 2016 14:49 WIB
perang korea
Korut Dilanda Banjir Besar, Korsel Ogah Kirim Bantuan
Kehancuran akibat bencana banjir di Haksan Ri, Korut, 18 September 2016. (Foto: AFP/UNICEF DPRK/ANIL POKHREL)

Metrotvnews.com, Seoul: Korea Selatan (Korsel) menolak memberikan bantuan darurat ke beberapa wilayah yang dilanda banjir di Korea Utara (Korut). Alasannya, Seoul khawatir nantinya Pyongyang akan mengklaim semua bantuan itu berasal dari pemerintahan Kim Jong-un. 

Federasi Palang Merah Internasional dan Red Crescent Societies (IFRC) meminta adanya penggalangan dana hingga USD15,5 juta untuk membantu warga Korut. 

Jika bantuan tidak segera digelontorkan, kedua organisasi itu khawatir akan terjadinya "bencana kedua" di Korut. 

Sedikitnya 138 orang tewas dan hampir 400 lainnya hilang setelah hujan memicu banjir besar yang menghancurkan sejumlah desa di timur laut Korut pekan lalu. 

Menurut data PBB, 140 ribu orang di Korut membutuhkan bantuan darurat. IFRC mengatakan sekitar 70 ribu warga Korut kehilangan tempat tinggal setelah puluhan ribu rumah rusak atau hancur terkena banjir. 


Kehancuran akibat bencana banjir di Haksan Ri, Korut. (Foto: AFP)

"Jika Seoul memberikan bantuan, Kim Jong-un akan mengklaimnya," ujar juru bicara Kementerian Unifikasi Jeong Joon-hee kepada awak media, seperti dikutip AFP, Jumat (23/9/2016). 

"Karena situasinya akan menjadi seperti itu, saya meras semua bantuan dari luar negeri itu akan sia-sia," sambung dia, saat ditanya apakah Korsel akan merespons permintaan organisasi internasional untuk membantu Korut. 

Beberapa hari lalu, Kementerian Unifikasi Korsel menolak permintaan dari beberapa organisasi non-pemerintah (NGO) untuk mendiskusikan penyaluran bantuan ke Korut. 

"Korut mengklaim menderita musibah terbesar (sejak berakhirnya Perang Dunia II), tapi Kim Jong-un masih tersenyum lebar di situs uji coba mesin roket terbaru," tutur Jeong.

Selasa kemarin, Korut mengklaim "kesuksesan" uji coba mesin roket terbaru. Korsel menilai uji coba itu sebagai unjuk kekuatan teknologi misil balistik yang diklaim mampu mencapai daratan utama AS. 

Sebelum pemerintah konservatif berkuasa di Korut pada 2008, Korsel biasanya selalu menyalurkan bantuan makanan dalam jumlah besar ke tetangga terdekatnya itu. 


Pemimpin Korut Kim Jong-un. (Foto: KCNA)


(WIL)