Rayakan GP Malaysia dengan Buka Celana, Warga Australia Ditangkap

Arpan Rahman    •    Selasa, 04 Oct 2016 11:33 WIB
f1 2016
Rayakan GP Malaysia dengan Buka Celana, Warga Australia Ditangkap
Tim Australia merayakan kemenangan Daniel Ricciardo di GP F1 di Sepang, Malaysia, 2 Oktober 2016. (Foto: AFP/PEDRO UGARTE)

Metrotvnews.com, Canberra: Sembilan warga Australia, termasuk seorang penasihat pemerintah, ditangkap polisi karena membuka celana dan meminum bir usai pembalap asal Negeri Kanguru Daniel Ricciardo memenangkan lomba balap Grand Prix Formula Satu Malaysia. 

Otoritas Malaysia mengonfirmasi bahwa Jack Walker, penasihat Menteri Pertahanan Industri Chris Pyne, adalah satu dari sembilan pria berusia 25 sampai 29 yang ditangkap. Kesembilan warga Australia itu hanya mengenakan celana dalam yang dihiasi bendera Malaysia saat merayakan kemenangan Ricciardo. Ulah mereka disaksikan ribuan penonton di sirkuit Sepang, Minggu 2 Oktober.

Kantor Kementerian Pertahanan Industri Australia menyatakan bahwa masalah tersebut sedang "ditangani" Komisaris Tinggi Australia di Malaysia.

"Hingga kita memiliki gambaran yang lebih jelas dari proses yang ditangani, tidak bijak untuk berkomentar lebih lanjut," kata sebuah pernyataan pemerintah Australia, seperti dikutip The New York Times, Selasa (4/10/2016). 

Kepala Kepolisian Distrik Sepang Abdul Aziz Ali mengatakan kesembilan orang itu sedang diselidiki atas tuduhan "menghina secara sengaja dan memprovokasi pelanggaran kepantasan di muka publik."

Polisi mengirimkan laporan kasus itu kepada tim jaksa, yang akan memutuskan pada Kamis mendatang apakah kesembilan pria itu akan dijerat dengan pasal kriminal. Abdul Aziz mengatakan kepada Associated Press bahwa para pelaku menghadapi ancaman enam bulan penjara atau denda, atau bisa dua-duanya jika terbukti bersalah.


Sesi latihan di GP F1 Sepang, Malaysia. (Foto: AFP)

Mencoreng Wajah Australia

Berbicara kepada New Straits Times, Kepala eksekutif Sirkuit Internasional Sepang Datuk Razlan Razali menilai sekelompok pria itu memang pantas ditahan.

"Ini menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap kita sebagai warga Malaysia, ini perilaku bodoh dari orang-orang asing yang tidak memiliki rasa kepekaan budaya dan rasa hormat," tutur Razali. "Ini memalukan negara mereka sendiri juga -- mencoreng nama Australia," sambungnya. 

Pejabat Bendahara Parlemen Australia Scott Morrison mengatakan kepada Sydney Radio 2GB bahwa penangkapan itu peringatan bagi wisatawan asing untuk memahami hukum setempat. Pemerintah Australia sudah memperingatkan wisatawan bahwa ada standar konservatif berpakaian dan perilaku pada banyak tempat di Malaysia.

Pemimpin oposisi Bill Shorten menolak membahas perilaku Walker, yang menurutnya akan memperkeruh suasana. "Masalahnya sangat serius kalau warga Australia ditangkap di luar negeri," ujarnya kepada wartawan.

Don Rothwell, pakar hukum internasional Australian National University, meragukan otoritas Malaysia akan menjatuhkan hukuman berat kepada kesembilan warga Australia tersebut.

"Pemerintah Malaysia tentu ingin memastikan reputasi internasional sebagai tujuan wisata untuk Grand Prix tidak rusak," kata Rothwell kepada Australian Broadcasting Corp.

 


(WIL)

Polisi Inggris Rilis Foto Penyerang Westminster

Polisi Inggris Rilis Foto Penyerang Westminster

2 hours Ago

Khalid Masood, warga Inggris 52 tahun dengan riwayat pelanggaran kekerasan tapi diyakini bukan…

BERITA LAINNYA