Melalui Pasukan PBB, RI Berkontribusi dalam Perdamaian Dunia

Sonya Michaella    •    Sabtu, 17 Sep 2016 13:13 WIB
diplomasi luar negeri
Melalui Pasukan PBB, RI Berkontribusi dalam Perdamaian Dunia
Menkopolhukam Wiranto pada pembukaan acara Forum FPCI (Foto: Sonya Michaella/MTVN)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM RI, Wiranto menegaskan bahwa saat ini sudah ada 3.000 pasukan Indonesia untuk perdamaian PBB guna berkontribusi di perdamaian dunia.
 
"Tahun 2019, kita sedang dalam proses untuk mencapai 4.000 pasukan. Kita tak ragu-ragu untuk kirim pasukan demi perdamaian dunia," kata Menkopolhukam Wiranto pada pembukaan acara Forum FPCI di Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (17/9/2016).
 
"Pemimpin kita (Presiden RI Joko Widodo) juga sangat berpartisipasi dalam dunia internasional seperti KTT G20 dan KTT ASEAN. Wakil Presiden juga sedang mengikuti KTT GNB di Venezuela dan akan mengikuti UNGA di New York," lanjutnya.
 
Ada beberapa poin yang Wiranto beberkan terkait prinsip diplomasi Indonesia di kancah internasional juga untuk mempertahankan kekuatan Indonesia sendiri.
 
Untuk ASEAN, Wiranto menegaskan bahwa Indonesia dan ASEAN tak bisa dipisahkan.
 
"Semangat Indonesia ada di situ. Indonesia sebagai salah satu pendiri ASEAN tak bisa dilepaskan dari ASEAN," jelasnya.
 
Ia menekankan bahwa Indonesia jatuh bangun bersama ASEAN. "ASEAN juga tak diremehkan di dunia internasional. ASEAN dianggap telah menciptakan perdamaian dan stabilitas di kawasan," tuturnya.
 
ASEAN juga dianggap telah berhasil mempertahankan stabilitas 'tubuh' ASEAN sendiri dengan selalu mempercayai negara-negara anggotanya pun negara mitranya.
 
Sedangkan di Laut China Selatan, tetap menjadi perhatian besar bagi Indonesia. Wiranto menegaskan bahwa keamanan dan stabilitas Laut China Selatan adalah harga mati.
 
"Kita tak mau ada konflik meluas di kawasan perairan strategis di Asia ini. Saat keluarnya putusan Permanent Court of Arbitration, Indonesia menekankan untuk para claiment state menghormati hukum internasional," tegasnya lagi.
 
Indonesia, lanjutnya, tetap proaktif dalam masalah sengketa ini. Ia menambahkan bahwa Indonesia tetap berdiplomasi di DOC agar COC segera diselesaikan.



(FJR)