Menlu Cari Dukungan Keanggotaan RI di DK PBB Lewat Pertemuan Bilateral

Fajar Nugraha    •    Rabu, 21 Sep 2016 14:39 WIB
sidang majelis umum pbb 2016
Menlu Cari Dukungan Keanggotaan RI di DK PBB Lewat Pertemuan Bilateral
Indonesia dan Fiji perkuat hubungan bilateral kedua negara (Foto: Dok. Kemenlu RI)

Metrotvnews.com, New York: Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi melakukan pertemuan bilateral dengan menlu negara lain. Dukungan Indonesia sebagai anggota tidak tetap menjadi misi, selain memperkuat hubungan bilateral.
 
Beberapa pertemuan bilateral ini dilakukan di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SU PBB). Pada 19 September di New York, Amerika Serikat (AS) melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Fiji yang juga merangkap sebagai Menteri Luar Negeri Josaia Vorueqe Bainimarama. 
 
"Indonesia dan Fiji akan memperkuat serta mendorong kerja sama pembangunan di kawasan," ucap Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi pada pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Fiji, dalam keterangan tertulis Kemenlu RI, yang diterima Metrotvnews.com, Rabu (21/9/2016).


Pertemuan Menlu Retno Marsudi dan Menlu Fiji Josaia Vorueqe Bainimarama (Foto: dok.Kemenlu RI)

 
Mendukung kawasan Pasifik yang damai, bersahabat dan saling menghormati serta kondusif untuk berbagai kerja sama, menjadi kesamaan pandangan antara Indonesia dan Fiji. Terutama juga di bidang ekonomi, pembangunan dan perdagangan yang bermanfaat bagi masyarakat kedua negara.
 
Bagi Indonesia, Fiji adalah salah satu mitra dagang terbesar Indonesia di kawasan Pasifik dan untuk itu kerja sama kalangan bisnis kedua negara harus terus diperkokoh. "Kedua Negara harus mendorong interaksi pelaku bisnis untuk memperkuat hubungan ekonomi di kedua negara dan kawasan," ujar Menlu. 
 
Secara khusus, PM Fiji juga menyampaikan bahwa bantuan tanggap darurat dari Indonesia khususnya dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi kompleks sekolah Queen Victoria School (QVS) setelah topan Winston sangat membantu pemulihan proses belajar mengajar di Fiji. Proses rehabilitasi di Fiji sejak terjadinya bencana alam terus berlangsung. 
 
"Sehubungan pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap di Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020, pada kesempatan pertemuan tersebut Indonesia juga telah meminta dukungan Fiji atas pencalonan tersebut," sebut keterangan pihak Kemenlu.
 
Dalam kesempatan sama, Pemerintah Indonesia juga menyampaikan selamat atas terpilihnya Duta Besar Amena Yauvoli sebagai Sekjen Melanesian Spearhead Group (MSG). Indonesia yakin dalam masa kepemimpinan Dubes Yauvoli,  MSG akan dapat melakukan kerja sama konkret yang bermanfaat bagi semua negara anggotanya. 
 
PM Baininamara kemudian menegaskan kembali posisi Fiji dalam menghormati integritas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di akhir pertemuan, Menlu RI mengundang semua Menteri Luar Negeri MSG untuk hadir dalam Pertemuan Bali Democracy Forum Desember 2016.
 
Fiji merupakan salah satu mitra dagang terbesar RI di kawasan Pasifik, dengan total nilai perdagangan RI-Fiji mencapai USD15.833 pada periode Januari-Juni 2016, angka ini meningkat sebesar 66,5% dibandingkan nilai perdagangan pada periode yang sama tahun 2015, yaitu sebesar USD9.506. Indonesia dan Fiji juga memiliki skema kerja sama Disaster Risk Management. 

Indonesia-Slovakia bahas Uni Eropa pascaBrexit
 
Menlu Retno Marsudi juga melakukan pertemuan dengan Menlu Slovakia Miroslav Lajcak. Kedua Menteri Luar Negeri membahas perkembangan dua kawasan, yaitu perkembangan di Uni Eropa pascaBrexit serta perkembangan kawasan Asia Tenggara. Keduanya juga memiliki persamaan pandangan mengenai perlunya sebuah Komunitas seperti ASEAN atau UE untuk tidak menciptakan kesenjangan besar antara isu-isu yang dibahas dengan kebutuhan yang diperlukan oleh rakyatnya.
 
Slovakia saat ini juga menjabat sebagai Presiden Uni Eropa hingga Desember 2016, kedua Menlu yakin hal ini berpengaruh positif terhadap upaya meningkatkan kerja sama ekonomi dan perdagangan kedua Negara serta kerja sama lainnya yang menguntungkan bagi masyarakat kedua Negara.


Menlu Retno dengan Menlu Slovakia (Foto: Dok. Kemenlu RI)

 
Serupa dengan pertemuan Indonesia dan Slovakia juga bahas isu yang menjadi kepentingan kedua Negara yaitu  pencalonan anggota tidak tetap di DK PBB bagi Indonesia untuk periode 2019-2020. Dibahas juga dukungan untuk pencalonan Slovakia sebagai anggota anggota tidak tetap DK PBB periode 2028-2029.
 
Slovakia adalah mitra dagang RI ke-15 di Eropa Tengah dan Timur (ETT), dari 22 negara kawasan ETT. Pada 2015 total perdagangan mencapai USD 57,69 juta, dengan surplus bagi Indonesia sebesar USD 28,13 juta. Nilai investasi Slovakia di Indonesia pada periode 2010-2015 tercatat 13 proyek, dengan nilai USD 200ribu. sementara wisatawan Slovakia ke Indonesia mencapai,  3.888 orang pada 2014.

Kerja sama Indonesia dan Portugal
 
Menlu juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Portugal Augusto Santos Silva. Kedua Menlu bahas pentingnya kerja sama ekonomi, serta peningkatan perdagangan bilateral.
 
"Kedua Menlu juga bahas kerja sama kawasan melalui ASEAN dan EU," pernyatan pihak Kemenlu dari akun Twitter resminya.

Indonesia dan Jepang sepakat jaga perdamaian kawasan


Pertemuan Menlu Retno dengan Menlu Jepang Fumio Kishida (Foto: Dok. Kemenlu RI)

 
Sementara sebagai negara yang memiliki kedekatan sejarah dengan Indonesia, Jepang juga melakukan pertemuan dengan Menlu Retno Marsudi.
 
Menlu Jepang Fumio Kishida melakukan pertemuan di New York dan membahas berbagai isu terkini. Salah satu yang dibahas antara lain ekonomi, termasuk investasi. Selain ekonomi, juga dibahas isu-isu regional. 
 
Menjaga perdamaian, keamanan dan stabilitas kawasan juga menjadi bahasan penting kedua menlu. Mengingat banyak gesekan yang terjadi di sekitar wilayah Asia, tentunya bisa mempengaruhi kondisi keamanan kawasan.

Timor Leste ingin belajar pelaksanaan pemilu dari Indonesia
 
Penguatan hubungan bilateral juga dilakukan antara Menlu Retno Marsudi dengan Menlu Timor Leste Hernani Coelho. Menlu Retno pun mendorong penyelesaian segera perundingan batas darat Indonesia-Timor Leste.
 
Sementara Menlu Coelho menyampaikan harapan agar Indonesia bisa berbagi pengalaman melaksanakan Pemilu bagi warga negara di luar negeri. Timor Leste sendiri akan melakukan pemilu memilih anggota parlemen pada Juli 2007 dan pemilu presiden pada Desember 2017.



(FJR)