Mengenal Kim Yo-jong, Wanita Pembentuk Citra Kim Jong-un

Arpan Rahman    •    Senin, 09 Oct 2017 23:53 WIB
rudal korut
Mengenal Kim Yo-jong, Wanita Pembentuk Citra Kim Jong-un
Kim Yo-jong (kiri), adik dari pemimpin Korut Kim Jong-un, terlihat bersama pada 2015. (Foto: KCNA/EPA)

Metrotvnews.com, Pyongyang: Promosi Kim Yo-jong ke politbiro Partai Buruh Korea Utara (Korut) merupakan pertanda bahwa Kim Jong-un tengah memberi kepercayaan mutlak kepada adik perempuannya. Sang adik dikabarkan menjadi otak di balik citra publik yang dibangun pemimpin Korut itu secara hati-hati.

Yo-jong, empat tahun lebih muda dari kakaknya, jarang terlihat di depan umum sampai 2010. Ketika itu, dia muncul dalam foto saat menghadiri konferensi Partai Buruh Korut. Setahun berselang, dia hadir secara reguler dalam rombongan ayahnya, Kim Jong-il. Ia terlihat berkabung bersama kakaknya setelah kematian sang ayah pada Desember 2011.

Dia tidak disebutkan sama sekali di media pemerintah Korut sampai Maret 2014. Kala itu, dia menemani Kim Jong-un selama pemilihan majelis rakyat tertinggi. Bahkan muncul rumor dia sempat bertanggung jawab atas urusan kenegaraan selama Kim absen pada 2015. Ketika itu, Kim "menghilang" terkait masalah kesehatan.

Sejak pengangkatan Kim Jong-un sebagai pemimpin ketiga dinasti Kim, saudara perempuannya itu sering terlihat menemani "turun ke lapangan" dan pada beberapa acara publik lainnya.

Promosinya pada Sabtu kemarin menunjukkan dirinya mendapat kepercayaan mutlak oleh sang kakak. Ia mempertahankan posisinya sebagai satu dari dua wanita paling menonjol dalam kehidupan publik di Korut, di samping Ibu Negara, Ri Sol-ju.


Kim Yo-jong (kanan) diberikan kepercayaan di Partai Buruh Korut. (Foto: KCNA)

Kim Yo-jong diangkat sebagai wakil direktur departemen propaganda dan agitasi partai pada akhir 2014. Peran tersebut digunakannya untuk menciptakan citra baik untuk sang kakak. Ia ingin Kim dipandang sebagai pemimpin baik dan ramah.

Yo-jong disebut menjadi inspirasi di balik kunjungan kakaknya ke taman hiburan, sekolah, dan rumah orang biasa, serta persahabatannya dengan mantan bintang NBA, Dennis Rodman.

Hubungan adik kakak dengan Kim Jong-un bukan jaminan akan adanya perlakuan baik di Korut. Pasalnya, pemimpin muda tersebut berupaya mengkonsolidasikan kekuasaan melalui serangkaian pembersihan, termasuk kepada anggota keluarganya sendiri. Dia pernah memerintahkan eksekusi paman sekaligus penasihat dekatnya, Jang Song-thaek, pada 2013. Ia juga diduga terlibat pembunuhan saudara tirinya, Kim Jong-nam, di bandara Kuala Lumpur pada Februari.

Kim dan Yo-jong memiliki ibu yang sama: Ko Yong-hui, seorang mantan penari kelahiran Jepang yang disebut sebagai istri ketiga Kim Jong-il.

Para ahli mengatakan kenaikan Yo-jong menjadi anggota pengganti politbiro -- badan pembuat keputusan tertinggi di negara itu -- mengindikasikan bahwa dia adalah pengganti Kim Jong-un untuk posisi bibinya, Kim Kyong-hui, anggota lingkaran dalam ayahnya yang tidak memiliki peran aktif dalam rezim baru.

Menurut beberapa ahli, maksud dari promosi Yo-jong mengarah pada regenerasi, karena Kim berusaha menyingkirkan sejumlah mantan personel di masa kepemimpinan ayahnya, 


Kim Yo-jong. (Foto: KCNA/Yonhap)

"Dengan perombakan personel, rezim Kim Jong-un telah mengakhiri koeksinya dengan sisa-sisa rezim Kim Jong-il. Ia melakukan penggantian generasi di beberapa pos, posisi elite di partai tersebut," ucap Kim Yong-hyun, profesor studi Korea Utara di Universitas Dongguk di Seoul, kepada kantor berita Yonhap, seperti disitir Guardian, Senin 9 Oktober 2017.

Seperti anggota rezim lainnya, informasi yang dapat diverifikasi tentang kehidupan Kim Yo-jong sulit diperoleh. Dia diyakini berusia di kisaran 20 tahun, meski beberapa laporan menyebutkan usianya 30-an. Beberapa akun mengatakan dia bersekolah dasar di Bern, Swiss, pada akhir 1990-an - bersamaan dengan Kim Jong-un-sebelum mempelajari ilmu komputer di Universitas Kim Il-sung yang bergengsi di Pyongyang.

Tidak ada yang diketahui tentang kehidupan Kim Yo-jong selama bertahun-tahun usai tamat kuliah hingga 2007, saat dia mulai memainkan peran pemula di partai yang berkuasa. Pada akhir 2000-an, dia terlibat mengatur suksesi kakaknya mencapai pemimpin tertinggi -- sebuah isu yang sangat mendesak setelah ayah mereka mengalami dua kali stroke pada 2008.

Dia dilaporkan menikahi Choe Song, anak wakil ketua Partai Buruh Choe Ryong-hae, pada awal 2015, dan memiliki seorang anak pada Mei tahun itu. Secara signifikan, Choe Song dipromosikan menjadi anggota komisi militer yang kuat pada akhir pekan lalu, menurut kantor berita resmi KCNA.

Yo-jong tidak luput dari perhatian pejabat Amerika Serikat (AS), yang pada Januari menempatkannya dan para pejabat Korut lainnya dalam daftar hitam untuk "pelanggaran berat hak asasi manusia."


(WIL)