Lantang Suara Menlu RI untuk Kemerdekaan Palestina

Sonya Michaella    •    Selasa, 05 Dec 2017 10:53 WIB
palestinapalestina merdeka
Lantang Suara Menlu RI untuk Kemerdekaan Palestina
Menlu Retno Marsudi tegaskan Palestina harus mendapatkan kemerdekaan dan tanahnya (Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi lagi-lagi bersuara lantang dan keras terkait Palestina. Rakyat Palestina harus mendapatkan tanah dan kemerdekaannya.
 
"Pesan Indonesia sudah sangat jelas dan lantang bahwa rakyat Palestina harus segera mendapatkan kemerdekaannya," tegas Menlu Retno dalam pidatonya di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa 5 Desember 2017.
 
"Persatuan rakyat Palestina adalah sebuah keharusan. Indonesia selalu berada di komitmen yang sama, yakni mendukung Palestina untuk mendapatkan kemerdekaan dari Israel," lanjut dia lagi.
 
Mengenai rencana Amerika Serikat yang akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, Indonesia pun mengecam keras hal ini. Lagi-lagi Menlu Retno menyampaikan keprihatinan terdalamnya terkait isu ini.
 
"Indonesia sangat prihatin akan hal ini. Maka dari itu kemarin saya sudah memanggil Duta Besar Amerika Serikat Joseph Donovan untuk menjelaskan bagaimana posisi AS," ujar dia.
 
Mengutip apa yang dikatakan Donovan, Menlu Retno mengutarakan bahwa Presiden AS Donald Trump belum memutuskan apapun terkait pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel ini.
 
 
"Keputusan apapun yang terkait Yerusalem, akan membuat proses perdamaian menjadi terganggu. Kesejahteraan-lah yang utama untuk rakyat Palestina," ungkap Menlu Retno lagi.
 
Sejak kampanye pemilihan presiden 2016, Trump berjanji untuk memindahkan kedutaan Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem. Langkah itu dianggap sebagai pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.
 
Trump berencana mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel paling cepat Selasa besok. Namun kabar itu dibantah oleh Penasihat Senior Jared Kushner, yang juga menantu Trump. 
 
Dalam seminar tahunan soal kebijakan AS di Timur Tengah yang digelar lembaga kajian Brookings Institution, Washington, pada akhir pekan kemarin, Kushner menyatakan bahwa Trump belum memutuskan hal tersebut. 



(FJR)