Hadapi Korut, Korsel-AS Rencanakan Latihan Militer Tambahan

Sonya Michaella    •    Senin, 04 Sep 2017 16:06 WIB
rudal korut
Hadapi Korut, Korsel-AS Rencanakan Latihan Militer Tambahan
THAAD milik AS-Korsel. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Washington: Amerika Serikat (AS) dan sekutunya sepakat menambah pelatihan militer gabungan demi menghadapi ancaman Korea Utara (Korut) yang semakin kuat.

Pernyataan dikeluarkan militer Korsel di tengah latihan pasukan Angkatan Darat dan Angkatan Udara-nya. Kabarnya, pelatihan tambahan sedang disiapkan bersama pasukan AS.

Latihan militer Korsel ini melibatkan rudal darat dan rudal jarak jauh, serta rudal balistik. 

Tak hanya sepakat dengan Negeri Paman Sam, Korsel juga telah membuat kesepakatan dengan Jepang. Presiden Korsel Moon Jae-in dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengaku berupaya untuk memengaruhi Dewan Keamanan PBB agar menjatuhkan sanksi yang lebih keras untuk Pyongyang.

"Kedua kepala negara sepakat bahwa harus ada sanksi dan tekanan yang sangat keras bagi Korut," kata juru bicara Gedung Biru, Park Su-hyun, seperti dikutip dari AFP, Senin 4 September 2017.

"Tujuan sanksi keras itu adalah memaksa Korea Utara maju ke meja perundingan," lanjutnya.

Korut pun menyatakan telah sukses meledakkan sebuah bom hidrogen yang dirancang untuk dimasukkan ke dalam sebuah misil balistik jarak jauh.

Kantor berita pemerintah Korut, KCNA, menyebut bahwa peledakan bom hidrogen tersebut berjalan sempurna.

Menurut data Badan Survei Geologi Amerika Serikat atau USGS, Minggu 3 September 2017, gempa berkekuatan 6,3 Skala Richter di wilayah timur laut Korut kemungkinan berasa dari "sebuah ledakan."

Laporan awal USGS menyebut kekuatan gempa di angka 5,6 SR dengan kedalaman 10 kilometer. Namun data itu direvisi menjadi 6,5 SR di kedalaman 0 km. 

 


(WIL)