Wawancara Khusus Dubes Inggris untuk Indonesia

Dubes Inggris Bicara Brexit dan Mudahnya Mendapatkan Visa

Sonya Michaella    •    Senin, 10 Jul 2017 10:31 WIB
indonesia-inggris
Dubes Inggris Bicara Brexit dan Mudahnya Mendapatkan Visa
Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik. (Foto: ANTARA/M Agung Rajasa/bb)

Metrotvnews.com, Jakarta: Inggris telah menggelar referendum untuk menentukan apakah tetap akan bersama Uni Eropa atau tidak pada 23 Juni 2016. 

Referendum bertajuk Brexit itu berakhir dengan kemenangan suara "Yes," yang artinya Inggris akan keluar dari keanggotaan blok Eropa.

Meski begitu, Inggris belum serta merta langsung keluar dari membership. Masih ada proses yang harus dilalui agar Inggris benar-benar terlepas dari keanggotaan. 

Berikut wawancara khusus Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik dengan Metrotvnews.com terkait Brexit di Britain Visa Center, Jakarta, 22 Juni 2107. Selain Brexit, Dubes Moazzam juga mengungkapkan betapa mudahnya bagi warga Indonesia untuk mendapatkan visa Inggris.

Bagaimana perkembangan negosiasi Brexit saat ini?

Sekitar setahun lalu, ada referendum di Inggris yang hasilnya adalah keluar dari keanggotaan Uni Eropa. Proses keluar dari keanggotaan itu sudah dimulai sejak Maret lalu, proses negosiasinya berlangsung sekitar dua tahun. 

Negosiasi formal sudah dimulai setelah pemilu di Inggris. Kita akan melihat bagaimana perkembangannya ke depan. 

Saat berbicara keluar dari Uni Eropa, bukan berarti Inggris keluar dari benua Eropa. Inggris masih ada di sana. Kerja sama Inggris dengan negara-negara di Eropa masih tetap berjalan. 

Masih banyak detail lebih lanjut mengenai negosiasi Brexit ini. Tapi secara jangka panjang, Inggris dan Uni Eropa masih saling membutuhkan. Dan keduanya ingin memastikan terjalinnya hubungan baik di masa mendatang. 

Tapi dalam beberapa bulan ke depan, mungkin ada banyak kegaduhan dan ketegangan dalam negosiasi Brexit dengan Uni Eropa.

Jadi ini artinya hubungan Inggris dengan beberapa negara, seperti Prancis dan Jerman, akan tetap baik?

Hubungan kami masih sangat hangat. Secara kedekatan budaya, kami sangat dekat. Hubungan people to people juga sangat dekat. 

Kami bekerja bersama untuk saling mendukung, bahkan saat nanti Inggris benar-benar keluar dari Uni Eropa. 

Tapi tentu akan ada beberapa perubahan, karena Inggris keluar dari keanggotaan. Beberapa hal akan berubah tentu saja, tapi kedekatan dan hubungan Inggris dengan negara-negara Eropa akan tetap hangat. 


Bendera Inggris dan Uni Eropa. (Foto: AFP)

Beralih ke visa. Apakah sulit mendapatkan visa untuk datang ke Inggris?

Sebenarnya sangat mudah. Anda bisa mengakses situs kami di internet, mengisi formulir. Ada tiga pusat aplikasi visa Inggris di Indonesia: di Jakarta, Surabaya dan Bali. 

Orang yang mengajukan visa hanya akan ditanya apa maksud tujuan ke Inggris, dan apakah memiliki cukup dana untuk pergi dan beraktivitas di sana. 

Angka WNI yang datang ke Inggris naik. Tahun lalu, 52 ribu WNI mengajukan dan mendapatkan visa Inggris. Angka tersebut menunjukkan kenaikan 33 persen dari tahun sebelumnya. Ini menunjukkan tidak ada masalah dengan visa kami. Tingkat penolakan visa Inggris terhadap WNi hanya empat persen. Ini sangat rendah. 

Bagi mahasiswa, visa mudah didapat karena kami tahu mereka tidak akan tinggal di Inggris. Mereka akan pulang setelah studi mereka selesai. 

Saran saya bagi yang ingin mendapatkan visa Inggris, jangan terburu-buru dan mendaftar sejak jauh-jauh hari. Jangan mengajukan visa hanya beberapa hari menjelang waktu keberangkatan. Jika menggunakan pelayanan standar, visa Anda akan jadi dalam rentang waktu 15 hari kerja. Jika menggunakan pelayanan prioritas membutuhkan lima hari kerja. 

Apa saja dokumen yang dibutuhkan untuk visa Inggris?

Pada dasarnya jika kunjungan singkat, dokumennya sama saja. Tapi jika ke Inggris sebagai mahasiswa, untuk belajar selama satu tahun atau lebih, ini kategorinya berbeda. Ini visa mahasiswa.

Mahasiswa yang akan pergi ke Inggris harus menunjukkan Letter of Acceptance (LoA) atau surat penerimaan dari universitas, bukti mampu membayar biaya kuliah dan untuk kehidupan sehari-hari atau bukti mendapatkan beasiswa dan lainnya. 

Tapi seperti yang saya sudah bilang, jumlah mahasiswa Indonesia ke Inggris meningkat 20 persen tahun lalu. Mereka mengajukan visa, mereka berhasil mendapatkannya dan mereka mendapatkan pengalaman luar biasa di universitas-universitas Inggris, dan pulang ke Indonesia untuk kemudian sukses di pekerjaan dan kehidupannya.

Apakah sulit mendapatkan beasiswa ke Inggris?

Ada banyak beasiswa ke Inggris, termasuk program LPDP di Indonesia. Inggris merupakan negara terpopuler di beasiswa LPDP. 

Inggris juga memiliki program beasiswa. Kami meningkatkan program beasiswa tiga kali lipat 18 bulan lalu. Jadi kami menawarkan 75 beasiswa kepada pemuda Indonesia untuk belajar di gelar S2. Ini program beasiswa yang sangat populer, karena kami memilih, melatih dan mendukung kepemimpinan dari masa depan Indonesia.

Kami melatih orang-orang yang akan menjadi pemimpin di dunia politik, bisnis, atau bahkan media. Jadi kami mendapat banyak pendaftar beasiswa. Tahun ini ada 3000 pendaftar untuk 75 beasiswa. 

Prosesnya sangat ketat tapi sederhana. Pendaftar harus menunjukkan rekam jejak akademis yang kuat, dan juga pengalaman kerja mumpuni. Karena kami ingin melatih orang-orang yang akademisnya kuat dan juga memiliki jiwa kepemimpinan di bidang pekerjaan mereka.

Terkait biaya hidup di Inggris, studi dari HSBC beberapa tahun lalu menunjukkan Inggris lebih murah daripada Amerika Serikat, Australia dan Singapura.  

Jadi hidup di sana relatif murah, tapi deretan universitasnya sangat berkualitas. Dua puluh universitas terbaik di 100 besar dunia ada di Inggris. 

Menimbang biaya hidup dan kualitas universitasnya, Inggris menjadi pilihan baik secara nilai ekonomis. 

Intinya, mendapatkan visa ke Inggris sangat mudah, universitasnya berkualitas, sepakbolanya sangat baik, musiknya fantastis, jadi ayo, ajukan visa dan datang ke Inggris. 


Wawancara Dubes Moazzam dengan Metrotvnews.com. (Foto: MTVN)

Muslim adalah minoritas di Inggris. Bagaimana kehidupan Muslim di sana?

Memang benar. Muslim di Inggris minoritas, tapi minoritas yang sangat signifikan. Jadi sekitar 5 persen dari total populasi Inggris adalah Muslim, jumlahnya sekitar tiga juta. Sepuluh persen warga London adalah Muslim, 30 persen di Birmingham. 

Jadi Muslim adalah minoritas di Inggris, tapi minoritas yang sangat penting. Jadi kita Anda datang ke supermarket di Inggris, Anda akan melihat diskon-diskon Ramadan untuk menarik minat Muslim. 

Saat Idul Fitri, di kota-kota besar Inggris suasana hari raya juga terasa. Para pemimpin di kota besar Inggris akan ikut buka puasa bersama, dan juga mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri.

Tentu ada bedanya bulan Ramadan di Indonesia, karena di Indonesia, Muslim adalah mayoritas. Tapi menurut saya, Ramadan di Inggris juga menyenangkan. Anda dapat menikmati Ramadan dan Idul Fitri di sana. Tidak ada halangan untuk beribadah di bulan Ramadan dan merayakan Idul Fitri di Inggris. 

Terkait saya, tahun ini saya akan ada di Jakarta saat Lebaran, tidak akan mudik. Tapi setelah lebaran, saya akan pulang kampung ke London dan bertemu keluarga beserta teman-teman. 

Setelah itu, saya akan kembali ke Jakarta dan bekerja lagi. 

 
 


(WIL)