Krisis Rakhine Picu Gelombang Unjuk Rasa di Pakistan

Arpan Rahman    •    Selasa, 12 Sep 2017 18:12 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Krisis Rakhine Picu Gelombang Unjuk Rasa di Pakistan
Ribuan orang di Karachi, Pakistan, 10 September 2017, berunjuk rasa mengecam kekerasan terhadap Rohingya di Myanmar. (Foto: AFP/RIZWAN TABASSUM)

Metrotvnews.com, Islamabad: Lebih dari 300 ribu Rohingya telah melarikan diri dari Rakhine menuju Bangladesh untuk menghindari aksi kekerasan terbaru. 

Kekerasan dipicu penyerangan sejumlah pos polisi di perbatasan Myanmar oleh grup militan ARSA pada 25 Agustus. Militer Myanmar merespons keras dengan operasi perburuan militan, yang berimbas buruk pada masyarakat sipil Rakhine. 

Saat kekerasan melanda Rakhine, sekelompok Rohingya justru hidup damai di sebuah area kecil di Karachi, Pakistan. Di sana, puluhan ribu Rohingya telah tinggal selama lebih kurang setengah abad. 

Seperti dinukil Washington Post, Selasa 12 September 2017, sebagian besar Rohingya di Karachi bekerja di kapal-kapal nelayan atau dermaga. Sebagian Rohingya yang sudah paruh baya di sana, mencapai Karachi setelah melarikan diri dari operasi militer di Rakhine. Mereka melarikan diri dengan berjalan kaki atau menaiki perahu.

Dua pekan lalu, kabar buruk mengenai situasi Rakhine mulai sampai ke komunitas Rohingya di Karachi. Di media sosial, tersebar kabar adanya pembakaran sejumlah desa di Rakhine. 

Seorang nelayan Rohingya di Karachi bernama Noor Mohammed, 50, mengatakan kepada sebuah kantor berita bahwa tiga anggota keluarganya terbunuh di Rakhine dalam sepekan terakhir. Seorang lainnya berkata, kakaknya telah berupaya mencapai Bangladesh via jalur perairan, namun ditahan pemilik kapal yang menuntut bayaran besar.

Muslim Rohingya adalah minoritas tanpa kewarganegaraan di Myanmar. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyebutnya sebagai minoritas paling terpinggirkan di dunia. 

Baca: Dubes Myanmar Temui Menlu Retno Bahas Bantuan Kemanusiaan


Warga Pakistan turut bersimpati atas nasib Rohingya di Myanmar. (Foto: AFP)

Gelombang Unjuk Rasa di Pakistan

Pekan lalu, reaksi atas krisis Rakhine meluap di sejumlah kota di Pakistan. Sejumlah warga menggelar demonstrasi untuk memprotes masalah Rohingya. Mereka terdiri dari pengacara, pedagang, kelompok sipil, ulama, wartawan, pemimpin suku, dan komunitas universitas. 

"Ini adalah krisis kemanusiaan. Sulit bagi saya untuk percaya apa yang saya baca, dengar, dan lihat," kata Sajid Ishaq, ketua Liga Interfaith Pakistan. 

"Saya mendesak PBB bangun dari tidurnya dan bereaksi seperti kasus Timor Leste," katany. 

Jumat lalu, ribuan demonstran berkumpul di Islamabad, ibu kota Pakistan. Mereka berusaha mencapai Kedutaan Besar Myanmar, namun dihentikan petugas. Unjuk rasa diubah menjadi aksi duduk di jalanan hingga larut malam.

Di Pakistan, kritik terkuat datang dari Malala Yousafzai, aktivis pendidikan anak perempuan yang memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian 2014. Dalam sebuah pernyataan, dia mengaku telah sering "perlakuan tragis dan memalukan" terhadap Rohingya di Myanmar. 

"Saya masih menunggu peraih Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi untuk melakukan hal yang sama," tegasnya, merujuk pada pemimpin de facto Myanmar.

 


(WIL)

Etnis Rohingya Masih Diperlakukan tak Adil

Etnis Rohingya Masih Diperlakukan tak Adil

8 hours Ago

Jika Pemerintah Myanmar ternyata tidak konkret dalam menjalankan usulan Pemerintah Indonesia, pihaknya…

BERITA LAINNYA