Pembangkit Listrik di Tiongkok Roboh, 40 Orang Tewas

Arpan Rahman    •    Kamis, 24 Nov 2016 12:08 WIB
kecelakaan kerja
Pembangkit Listrik di Tiongkok Roboh, 40 Orang Tewas
Lokasi robohnya sebuah pembangkit listrik di Tiongkok, 24 November 2016. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Jiangxi: Sedikitnya 40 orang tewas saat sebuah pembangkit listrik yang sedang dibangun di Tiongkok roboh, Kamis 24 November.

Ini merupakan kecelakaan terbaru di sektor industri negara yang memiliki catatan buruk dalam faktor keamanan. 

Kantor berita Xinhua melaporkan salah satu bagian dari pembangkit listrik jatuh pada pagi hari dan menimpa sejumlah orang yang ada di bawah. 

Serangkaian foto lokasi kejadian di Fengcheng, pusat provinsi Jiangxi, memperlihatkan sebuah massa beton masif dengan tiang-tiang besi tergeletak di tanah. Tim penyelamat bergegas ke lokasi untuk mencoba menyelamatkan korban yang terperangkap. 

Kecelakaan di sektor industri biasa terjadi di Tiongkok, di mana standar keamanan kurang diperhatikan. 

Agustus lalu, ledakan sebuah pipa di pembangkit listrik di provinsi Hubei menewaskan 21 orang. Awal musim panas ini, lebih dari 130 orang dilarikan ke rumah sakit setelah adanya kebocoran cairan kimia berbahaya dari sebuah pabrik di Tiongkok timur.

Pada Apri, kebakaran besar berkobar hingga 16 jam di provinsi Jiangsu, setelah ledakan menghancurkan sebuah fasilitas berisi zat kimia dan bahan bakar.

Api baru dapat dipadamkan setelah pemerintah mengerahkan 400 petugas pemadam kebakaran. 

Menurut Indian Express mengutip laporan Reuters, kecelakaan mematikan relatif sering terjadi di lokasi industri di Tiongkok. Kemarahan masyarakat atas standar yang buruk sudah meningkat, setelah seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok sejak tiga dekade terakhir. Prestasi Tiongkok ini dirusak berbagai insiden, mulai dari bencana pertambangan sampai kebakaran pabrik.

Tiongkok telah berjanji meningkatkan keamanan di fasilitas tersebut. Presiden Xi Jinping mengatakan, pihak berwenang akan mengambil pelajaran dari kecelakaan yang dibayar dengan jatuhnya korban jiwa setelah ledakan kimia di kota pelabuhan Tianjin tahun lalu menewaskan lebih dari 170 orang.


(WIL)